Pekan Inklusi, Isyarat Manis Sadar Pajak

Tuban – Pekan inklusi merupakan bagian dari cara sosialisasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak guna mewujudkan generasi milenial yang sadar pajak.

Dengan cara melaksanakan program edukasi nilai-nilai kesadaran pajak kepada generasi muda khususnya jalur pendidikan. Program ini disebut Edukasi Kesadaran Pajak dalam Sistem Pendidikan Nasional.

Untuk meningkatkan kesadaran dunia pendidikan terhadap program edukasi kesadaran pajak, diperlukan upaya kampanye yang dilakukan secara menyeluruh.

Giat itu dilakukan melalui kegiatan Pekan Inklusi Kesadaran Pajak, yaitu rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan literasi kesadaran pajak kepada dunia pendidikan yang dilaksanakan selama sepekan.

Mulai dari sekolah tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP), tingkat atas (SMA) dan tingkat perguruan tinggi (PT). Kali ini KPP Pratama Tuban melangsungkan acara di Kampus UNIROW Tuban pada Jumat (9/11).

Pekan Inklusi Kesadaran Pajak 2018 dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pajak dan Kampanye Program Inkusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pemahaman masyarakat tentang manfaat dan peranan pajak dalam pembangunan. Serta dukungan pemangku kepentingan dalam menumbuhkan kesadaran pajak sejak dini melalui pendidikan.

Slogan “Pajak Bertutur” nampaknya menjadi embrio dalam pekan inklusi yang ditelorkan Dirjen Pajak. Centilan manis ini benar-benar dipergunakan oleh KPP Pratama Tuban untuk mencerdaskan ratusan Mahasiswa UNIROW Tuban .

“Pekan Inklusi ini ibarat pompa, bagian mensuport agar sosialisasi tentang pajak di dunia pendidikan bisa lebih maksimal. Kalau pelajar atau mahasiswa di Indonesia sadar pajak, kita sudah menyumbang kesadaran pajak yang besar, “ ujar Kepala KPP Pratama Tuba, Eko Radnadi Susetio.

Lanjut Radnadi, pihaknya mengedukasi dengan melakukan gambaran. Apabila masyarakat sadar pajak dan tertib menjadi wajib pajak maka lumrah atau wajar untuk menuntut penggunaan alokasi dana pajak dari pemerintah.

Sebaliknya, apabila masyarakat enggan pajak, maka sangat nista untuk menyuarakan hasil dari bayar pajak.

“itu gambarannya ya. Jadi kalau kita sudah membayar pajak ya sah-sah saja kalau kita mengguakan hak kita. Tapi kalau bayar pajak saja tidak mau, bagaimana menuntut hak, kan kewajibannya saja tidak dilaksanakan,“ imbuhnya.

Sementara itu, Fitriani S, salah satu peserta sosialisasi dalam Pekan Inklusi mengatakan bahwa sosialisasi tim KPP Pratama Tuban cukup baik. Baik dalam hal memberikan pemahaman, contoh, penyampaian dan keterangan.

“Bagus, penyampaiannya mengena ke kita. Santai tapi kita faham. Ayo sadar pajak, “ kata mahasiswi berkerudung hitam itu. (Afi)