Peduli Penampilan, DWP Setdaprov Jatim Gelar Seminar Etika Busana

Surabaya – Penampilan yang serasi dan indah merupakan cerminan kualitas diri sejak pandangan pertama orang lain memperhatikan.
Tak hanya itu, melalui penampilan dan pembawaan diri yang tepat, setiap wanita akan mempunyai rasa percaya diri dan bisa menjadi kebanggaan suami dan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dharma Wanita Persatuan/DWP Sekretariat Daerah Provinsi Jatim, Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, S.Sos saat membuka Seminar Etika Busana Ngadi Saliro, Ngadi Busono di Ruang Bhinaloka Adhikara Kantor Gubernur Jatim, Selasa (27/3).

Menurutnya, ngadi saliro dan ngadi busono merupakan salah satu falsafah dalam mempercantik diri luar dalam. Artinya, setiap perempuan harus berusaha untuk tidak hanya secara harfiah terlihat cantik, tetapi juga memiliki sikap luhur dan inner beauty yang memancar dari dalam.

Sedangkan Ngadi Saliro adalah upaya untuk mempercantik tubuh mulai dari jiwa, raga serta rohani. Sedangkan Ngadi Busono merupakan kemampuan berpenampilan agar menunjang kepribadian dengan memperhatikan keserasian dalam berpakaian.

“Kita tidak perlu menggunakan pakaian yang mahal sehingga justru membebani keuangan keluarga. Yang kita perlukan adalah kemampuan untuk berbusana yang pantas dan tepat, sebagai pelengkap kecantikan pribadi kita yang memancar dari dalam, kata istri Sekdaprov Jatim ini.

Seminar ini, lanjutnya, merupakan salah satu realisasi program kerja DWP Setdaprov Jatim tahun 2018. Serta, sebagai bagian dalam mendukung program DWP pusat yang terdapat dalam renstra DWP tahun 2015 – 2019, yang tujuannya untuk membentuk center of excellence pemberdayaan perempuan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kapasitas seorang perempuan yang cerdas, berkepribadian, dan berdaya saing. Dengan begitu, perempuan akan menjadi sosok yang inspiratif.

“Dimulai dari diri kita pribadi, kita bisa menjadi Ibu yang memberi contoh kepada anak-anak bagaimana cara bersikap, bertutur kata dan berpenampilan serasi serta sopan, katanya.

Tak hanya itu, melalui seminar ini, ia mengingatkan kembali para perempuan untuk bisa menjaga dan melestarikan budaya dan adat istiadat bangsa. Jangan sampai modernisasi yang berkembang akhir-akhir ini semakin menggerus jati diri bangsa, utamanya soal tingkah laku dan penampilan berbusana.

Melalui seminar ini pula diharapkan anggota DWP Setdaprov Jatim mampu meningkatkan kualitasnya menjadi pribadi yang cantik seutuhnya.

“Pada dasarnya setiap wanita adalah cantik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang perlu kita perhatikan adalah fokus pada kelebihan kita, mengolah apa yang kita miliki sehingga bisa menjadi potensi diri,” terangnya.

Pada kesempatan kali ini, ia juga mengapresiasi narasumber yakni Ibu Djoni Irianto yang selain aktif di Perkumpulan Perias Pengantin, juga merupakan pengurus aktif DWP Provinsi Jatim.

“Meskipun usia beliau sudah tidak muda lagi, tetapi semangat beliau tidak perlu kita ragukan. Beliau juga menjadi bukti nyata tentang kualitas Ibu-Ibu anggota DWP yang multi talented dan ringan tangan dalam berbagi ilmu, pungkasnya.

Seminar ini diikuti sekitar 60 orang anggota DWP Setdaprov Jatim. Dalam seminar ini, diajarkan berbagai cara mulai dari make up atau rias muka, menata rambut dan sanggul hingga memilih busana yang pantas. (hms)