Pasarkan istri lewat Twitter untuk threesome, begini nasib pria Ponorogo ini

Wartapedia, Surabaya. Satu lagi praktik prostitusi online di bongkar Ditreskrimum Polda Jatim. Bisnis esek-esek dengan memanfaatkan pasangan (istri) sebagai korban untuk dinikmati secara bersamaan dengan customer, dipasarkan lewat situs jejaring sosial Twitter.

Dalam kasus ini, seorang pria ditangkap Unit III Renakta Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim. Dia adalah SF alias Epin (25) asal Dukuh Kemuning, Sambit, Ponorogo. Epin memanfaatkan istri sirrinya, sebut saja Dahlia, untuk melayani lelaki hidung belang dengan bermain secara threesome.

Untuk mendapatkan tamu dalam bisnis lendirnya, Epin memposting status di akun Twitter miliknya, bernama Pasutri 3S Surabaya. Epin memposting kalimat ‘Cari partner threesome berbayar not free DM aja jika minat’.

Apabila ada customer yang berminat, maka Epin melanjutkan upaya transaksi dengan bertukar pin BBM. Praktik bisnis esek-esek terbongkar, setelah petugas melakukan pemantauan.

Dalam status yang di posting oleh Epin, terdapat akun seorang lelaki bernama Alvino yang berkomentar untuk meminta bergabung. Keduanya pun bersepakat untuk bertemu disebuah hotel di Surabaya, dan melakukan transaksi. Epin memasang tarif sebesar Rp. 500 ribu untuk sekali main.

Di Surabaya, Alvino yang berasal dari Jakarta, datang bersama dengan temannya. Dalam fantasi seks threesome ini, dilakukan secara bersamaan, yakni Epin dan kedua tamunya, bersama-sama menikmati tubuh Dahlia, istri sirrinya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera mengatakan, setelah anggota melakukan pemantauan dan penyelidikan, Epin bersama korban dan tamunya yang berjumlah dua orang, di gerebek beberapa saat setelah seks threesome dimainkan.

“Setelah mereka ditangkap, mereka di bawa ke Mapolda Jatim. Untuk saat ini, kasus masih kami kembangkan,” tandas Barung, Selasa (12/09).

Dari hasil ungkap kasus ini, petugas menyita barang bukti berupa uang tunai Rp. 1 juta, satu handphone merk Vivo, satu bendel bill hotel, satu transaksi tunai hotel, satu sprei, satu selimut, dan dua kondom bekas pakai.

Dengan menetapkan Epin sebagai tersangka, petugas menerapkan Pasal 296 dan atau Pasal 506 KUHP tentang tindak pidana mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri