Operasi Patuh Semeru 2018, Satlantas Polrestabes Surabaya Gelar Razia Gabungan

Surabaya – Dalam rangka melaksanakan operasi terpusat dengan sandi Operasi Patuh Semeru 2018, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya melaksanakan operasi gabungan bersama Dishub dan Kogartap III Surabaya.

Operasi skala besar ini sendiri, digelar di Jl. Raya Darmo, depan Taman Bungkul, Surabaya. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas, baik roda dua maupun roda empat.

Sasaran yang menjadi target dalam operasi ini sendiri adalah kelengkapan kendaaran, seperti STNK dan SIM, pemeriksaan terhadap kendaraan, orang maupun barang bawaan, serta atribut TNI yang digunakan masyarakat sipil.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Evaguna Pandia mengatakan, razia kali ini berbeda dengan razia sebelumnya. Dimana masyarakat atau pengendara yang terkena razia, bisa langsung sidang ditempat.

“Kita melibatkan rekan rekan pengadilan, kejaksaan, dan juga panitera,” kata Pandia, Kamis (3/5/2018).

Dengan dilibatkannya anggota Kejaksaan, masyarakat yang melanggar, langsung ditindak dengan penilangan, setelah penilangan mereka akan sidang ditempat. Hakim akan memutuskan, Jaksa akan mengeksekusi untuk dendanya tersebut.

“Sehingga dananya itu nanti akan masuk ke kas negara,” lanjutnya.

Sementara itu, Pandia juga membeberkan, sampai dengan 7 hari Operasi Patuh Semeru 2018, Satlantas Polrestabes Surabaya telah melakukan penindakan sekitar 11 ribu terhadap pelanggar. Dengan mayoritas pelanggaran adalah marka jalan, rambu rambu dan juga surat-surat.

Sementara itu, Praka Mei Dila salah satu anggota Kogartap III yang juga turun dalam operasi ini mengakui, jika pihaknya hanya membackup kegiatan Satlantas Polrestabes Surabaya.

“Kalau nanti ada pelanggaran dari TNI, kita tindak juga. Kita kan membantu Polri ini,” ungkapnya.

Dalam operasi ini, TNI juga akan melakukan razia bagi masyarakat sipil yang kedapatan menggunakan atau memakai atribut TNI, baik stiker maupun pakaian Dinas dan kelengkapannya.

“Itu harus ditegur, kalau sipil yang memakai stiker, harus dilepas oleh pemiliknya sendiri,” imbuhnya.

Operasi ini, petugas Kogartap III Surabaya memergoki ada masyarakat yang mengunakan jaket loreng TNI AD. Pemiliknya mendapatkan himbauan, dan jaket yang dikenakannya terpaksa disita.

“Kita tilang, kita sita, kita bawa ke kantor (jaketnya, red),” terangnya. Apakah jaket tersebut dikembalikan kepada pemiliknya? “Ya itu tergantung pimpinan,” tambahnya.(nik/asb)