KONI Jatim : Kemungkinan Tak Akan Rekomendasikan Atletnya Ikuti Olimpiade

KONI Jatim : Kemungkinan Tak Akan Rekomendasikan Atletnya Ikuti Olimpiade

Dengan ikutnya atlet Jatim di olimpiade, persiapan KONI Jawa Timur dalam menghadapi PON XVIII/2012 Riau bakal sedikit terganggu

SURABAYA - Agar konsentrasi para atletnya tak terpecah dalam menghadapi PON XVIII/2012, kemungkinan KONI Jawa Timur tak akan memberikan rekomendasi kepada atletnya yang hendak berangkat olimpiade.

"Kebijakan KONI Jawa Timur ini bukan untuk membatasi para atletnya berlaga di ajang olahraga tertinggi di dunia. Melainkan KONI Jawa Timur tak ingin konsentrasi para atletnya terpecah dalam menghadapi event" Ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung, jumat (27/4) lalu, Seperti dilansir laman kominfo jatim.

"Jauh-jauh hari atlet Jawa Timur sudah diprogram untuk mempertahankan gelar juara umum dalam event olahraga empat tahunan di tanah air" lanjutnya

Dikhawatirkan, dengan masuknya atlet Jawa Timur ke pelatnas malah merusak program yang sudah dijalankan KONI Jawa Timur selama ini. Sebab selama di pelatnas mereka hanya digenjot pelatihan untuk olimpiade. Sementara potensi raihan medali di ajang olimpiade sendiri belum diketahui secara pasti.

Dengan ikutnya atlet Jatim di olimpiade, persiapan KONI Jawa Timur dalam menghadapi PON XVIII/2012 Riau bakal sedikit terganggu dengan pelaksaan olimpiade. Pasalnya, sejumlah atlet andalan Jawa Timur yang akan diturunkan di PON juga ditunjuk KONI pusat untuk berlaga di olimpiade.

Padahal pelaksanaan olimpiade sendiri sangat mepet dengan pelaksanaan PON. Yakni, olimpiade diselenggaran antara Juli-Agustus, sedangkan PON diselenggarakan September mendatang

Kepala Bidang Pembinaan Pretasi (Kabid Binpres) KONI Jawa Timur, Irmantara Subagio menambahkan, berlaga di ajang dalam waktu yang berdekatan akan menjadi persoalan tersediri bagi atlet. Karena konsentrasinya bakal terpecah.

“Harus segera diambil keputusan, apakah diizinkan atau tidak,” pungkasnya. (c8/lik)

"Gairah kerja adalah pertanda daya hidup; dan selama orang tidak suka bekerja sebenarnya ia sedang berjabatan tangan dengan maut."
Pangemanann