KOMI: Panglima TNI Terima Kontingen Olympiade Militer

KOMI: Panglima TNI Terima Kontingen Olympiade Militer

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi menerima Kontingen TNI yang tergabung dalam Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI)  selesai mengikuti Olimpiade Militer Dunia ke – 5 (tanggal, 16 – 24 Juli 2011)  di Rio Janeiro - Brazil, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI, Cilangkap – Jakarta, Rabu (3/8).

Acara ini dihadiri juga oleh para pejabat teras TNI seperti Irjen TNI, Marsdya TNI Sukirno, Koorsahli Panglima TNI dan para Asisten Panglima TNI serta pengurus KOMI termasuk Ketua Umum KOMI, Mayjen TNI Hambali Hanafiah yang sehari-harinya menjabat sebagai Asops Panglima TNI.

Dalam sambutannya, Panglima TNI memahami bahwa perjuangan Kontingen TNI dalam membawa misi diplomasi dan prestasi untuk bersaing di tengah 110 negara peserta dalam Olimpiade Militer Dunia ke – 5 adalah tidak ringan dan penuh perjuangan. Tetapi, terdapat dua substansi yang telah dicapai oleh Kontingen TNI World Military Games 2011 : Pertama, Aspek Diplomasi.  

Kehadiran dan penampilan Kontingen TNI telah mampu mengaktualisasikan semangat dari kejuaraan ini, yaitu ”Persahabatan melalui olah raga dan pertandingan untuk perdamaian” (Friendship through sport and game for peace).

Spirit yang dibawa oleh Kontingen TNI ini menimbulkan dukungan simpati yang tinggi di kalangan militer dan masyarakat Brazil, sebagaimana yang disampaikan oleh para Kepala Staf Angkatan Brazil kepada Duta besar RI untuk Brazil, pada kesempatan upacara pembukaan dan penutupan World Military Games 2011.

Kedua, Aspek Prestasi. Meskipun keikutsertaan TNI pada Olimpiade Militer Dunia ini baru pertama kali, tetapi capaian prestasi atletik, khususnya yang telah mencapai final untuk nomor lari lintasan 5.000 meter dengan catatan waktu 14 menit 02,12 detik, adalah capaian prestasi yang patut mendapat apresiasi. Bahkan di tingkat Asean, cacatan waktu ini telah melampaui rekor Sea Games, yang sekarang dipegang atlet Malaysia dengan waktu 14 menit 08,50 detik.

Secara umum, Kontingen TNI telah berbuat yang terbaik pada ajang olah raga militer multievent tingkat dunia yang digelar setiap 4 tahun sekali. Perlu dicatat bahwa  partisipasi TNI  dalam kejuaraan ini merupakan pengalaman yang pertama kali.

TNI  masuk kedalam keanggotaan CISM (Consielle International du Sport Militaire/ Dewan Olah Raga Militer Internasional) ke 133 sesuai Surat Presiden CISM Nomor 2010/030 tanggal 7 April 2010 tentang persetujuan KOMI/IMSC. KOMI sendiri baru terbentuk setahun yang lalu tepatnya 25 Agustus 2010 sesuai Peraturan Panglima TNI nomor : Perpang/53/VIII/2010 tanggal 6 Agustus 2010 tentang pembentukan KOMI.

Panglima TNI selaku Ketua Dewan Pembina KOMI, mengucapkan selamat kepada seluruh atlet dan ofisial Kontingen TNI dan secara khusus memberikan apresiasi berupa hadiah kepada atlet berprestasi Serda Agus Prayogo yang telah meningkatkan peringkat TNI di ranah olah raga militer dunia.

Selanjutnya Olimpiade Militer Dunia ke – 6 tahun 2015 akan diselenggarakan di Korea Selatan dengan tambahan materi cabang olah raga Badminton dan Panahan.

Laporan pelaksanaan keikutsertaan Kontingen  TNI pada Olimpiade Militer Dunia ke – 5, di Brazil yang dibacakan oleh Komandan Kontingen, Brigadir Jenderal TNI Doni Monardo di hadapan Panglima TNI.(c7/pr)


PRESTASI CABANG OLAHRAGA KONTINGEN TNI :

  1. Judo : Masuk babak 16 besar a.n. Pratu Horas Manurung;
  2. Menembak: peringkat 15 untuk nomor pistol individual putri a.n. Serka Oktavin Barun  Anggar: peringkat 15 untuk nomor Floret a.n. Serda Jufri
  3. Atletik : lari nomor 5.000 meter lintasan, a.n. Serda Agus Prayogo, memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri dari catatan waktu 14 menit 04,29 detik, menjadi 14 menit 02,12 detik dan  melampaui rekor Sea Games a.n Rahmad Candra dari Malaysia, yang memiliki catatan waktu 14 menit 08,50 detik.
  4. Orienteering, Kontingen TNI memperoleh ”The Best Fair Play Team”

"Saya lebih menyukai rasionalisme daripada ateisme. Masalah mengenai Tuhan dan objek-objek kepercayaan lainnya tidak dapat dijelaskan dan tidak berperan dalam rasionalisme, oleh karena itu Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan menyerang (suatu pandangan) atau bertahan (dari serangan pihak lain)."
Isaac Asimov