Oknum Satpol PP dan Guru Ngaji Terdakwa Pencabulan Dituntut Berbeda

Surabaya – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar persidangan kasus pencabulan dengan korban anak di bawah umur yang di lakukan kedua terdakwa eks oknum honorer Satpol PP Achmad Safi’i dan guru mengaji, Muhammad Sunarto masuk dalam agenda tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya, Darwis menuntut Terdakwa Achmad Syafi’i dengan hukuman 13 tahun penjara sesuai pasal 76D Juncto pasal 81 ayat (1) Tentang kekerasan anak dan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan terhadap 7 korban anak di bawah umur.

Sedangkan terdakwa, Muhammad Sunarto oknum guru ngaji di tuntut oleh JPU 8 Tahun kurungan sesuai pasal 76E Jo pasal 81 ayat (1) tentang perlindungan anak. Keduanya terbukti melakukan pelecehan seksual dengan korban anak di bawah umur.

Kuasa Hukum terdakwa, Fariji, SH menuturkan jika tuntutan Jaksa tersebut sudah sesuai dikarenakan dua terdakwa dalam persidangan terbukti melakukan pencabulan dan mengakui perbuatan.

“Dua terdakwa, terbukti melakukan pencabulan dan dua terdakwa sudah mengakui perbuatanya” Ujar Kuasa Hukum Terdakwa Fariji SH dari LBH Lacak, saat di konformasi seusai persidangan di gelar.

Sementara itu Pendamping Korban Pelecehan dari Saodenrae Convention Center (SCC), Annis Sadah mengatakan jika kedua terdakwa harus di hukum dengan seberat-beratnya di karenakan dua terdakwa ini bisa di kategorikan sebagai predator anak.

“Tuntutan jaksa mestinya lebih berat. Pasalnya, dua terdakwa melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur lebih dari satu” Ujar Annis Sadah

Annis menambahkan, bahwa terdakwa Muhammad Sunarto (Guru ngaji) saat melakukan pencabulan ia memakai dan menyebut nama institusi pondok pesantren (PonPes) dalam memuluskan aksi bejatnya. Dia berharap kepada Majelis Hakim agar putusan nanti kedua terdakwa di hukum lebih berat sesuai pasal yang berlaku.

“Ini sudah pelecehan terhadap institusi agama, modus dia berlindung dengan institusi agama, di pondok pesantren manapun kamu akan digituin (dicabuli), saya berharap majelis hakim menghukum kedua terdakwa dengan hukuman setimpal” tandas Annis menirukan keterangan saksi korban saat dikonfirmasi didepan ruang sidang Kartika I PN Surabaya. (son)