Nekat Jualan Ganja, Pasutri Ini Jadi Pesakitan di Persidangan

Surabaya – Moch.Wahyudi (36) asal Tuban dan Ayuk Shelsy Handayani (23) asal Lumajang Jawa Timur harus duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa perkara narkoba.

Diketahui bahwa pasangan suami istri ini kompak menjalankan bisnis jual beli narkotika jenis ganja, dengan dibantu seorang temannya yakni Machmud Aminulloh (berkas terpisah).

Siang tadi ketiga terdakwa menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi yang digelar diruang sidang Sari 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (10/7).

Dalam persidangan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Djuariyah. SH. MH dan Ni Putu Parwati. SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati Jatim) menghadirkan saksi penangkap dari BNNP Provinsi Jawa Timur guna dimintai keterangan dalam persidangan.

Dihadapan Majelis Hakim Anton. SH. MH, saksi menceritakan awal kejadian perkara tersebut, bermula adanya informasi yang diterima anggota BNNP dari petugas kantor pos terkait adanya paket narkoba jenis ganja yang dikirimkan atas nama penerima Rahayu dengan alamat Perumahan Graha Cemandi blok 1/07 Sedati, Sidoarjo.

Atas informasi tersebut, petugas BNNP segera berangkat menuju alamat dimaksud, dan diketahui bahwa benar petugas kantor pos telah menyerahkan (2) dua kardus warna coklat yang didalamnya berisi ganja dengan berat total 12,240 gram dan diterima oleh terdakwa Machmud Aminulloh (berkas terpisah).

Petugas BNNP pun segera melakukan penangkapan terhadap terdakwa Machmud Aminulloh, saat di interogasi Machmud mengaku jika barang tersebut adalah milik terdakwa Moch Wahyudi dan Ayuk Shelsy Handayani yang saat itu menunggu di warung kopi tidak jauh dari Perumahan tersebut.

Selanjutnya, Petugas BNNP segera menuju lokasi dan berhasil menangkap terdakwa Moch.Wahyudi dan Ayuk Shelsy Handayani di warung kopi tersebut, ketika ditanya Petugas tentang siapa Rahayu terdakwa Moch Wahyudi mengaku jika istrinya yang menyaru dengan menggunakan nama Rahayu.

Atas keterangan yang diberikan oleh saksi penangkap tersebut, juga dibenarkan oleh terdakwa yang saat itu didampingi tim kuasa hukumnya Fariji, SH dan Patni Palonda, SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak.

Dalam surat dakwaan Jaksa dijelaskan bahwa akibat dari perbuatan terdakwa yang tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas narkoba, maka terdakwa terancam pidana dalam pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. (son)