REGULASI: Penerapan UU No 28/2012 Bangunan Gedung

REGULASI: Penerapan UU No 28/2012 Bangunan Gedung

JAKARTA - UU Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung mengatur semua aspek tertib penyelenggaraan dan persyaratan keandalan bangunan gedung.

Selain sosialisasi, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PU juga melakukan pembinaan dan pendampingan kepada Pemda.

Namun, masih banyak pemda yang mengimplementasikan UU tersebut Undang-Undang tentang Bangunan Gedung dengan orientasi pendapatan.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono dalam acara '8 - 11 Show' yang disiarkan langsung Metro TV, Selasa (25/9/2012).

Pada salah satu segmenya, '8 - 11 Show' menyajikan tema "Satu Dasawarsa Undang-Undang Bangunan Gedung' dan menampilkan narasumber lainnya, yaitu Walikota Surabaya Tri Risma Harini.

Dicontohkannya, banyak Pemda membuat Peraturan Daerah tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk tujuan menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Namun di sisi lain pengawasan pemerintah terhadap implementasi, serta partisipasi dan kesadaran masyarakat masih lemah.

"IMB itu hanya salah satu yang diatur dalam UU Bangunan Gedung. Kita lakukan pendampingan dan berikan contoh Perda Bangunan Gedung beserta pokok-pokok pikiran pentingnya," ujar Budi.

Tri Risma Harini adalah salah satu walikota yang menerima pengahargaan internasional kategori Partisipasi terbaik se-Asia Pasifik yang tergabung dalam organisasi Citynet. Surabaya.

Masyarakat Surabaya dinilai berhasil mewujudkan kota yang layak huni. Dalam penerapan Perda Bangunan Gedung, Kota Surabaya juga tetap didukung masyarakatnya.

"Kami tidak hanya asal mengeluarkan IMB. Kami dibantu tim teknis melakukan penguatan terhadap pengawasan. Jika ternyata mereka membangun di lokasi yang tidak diperuntukkan, kita suruh bongkar. Tetapi jika mereka bisa bekerjasama dan secara teori bisa diperbaiki, kita kasih toleransi untuk memperbaikinya," terang Risma.

Dialog di Metro TV ini merupakan rangkaian publikasi dalam rangka peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) 2012 yang skala nasional akan diselenggarakan di Kota Surabaya, 6 - 7 Oktober 2012. Peringatan HHD 2012 ini mengambil tema "Menuju Permukiman Tanpa Kumuh 2020".

Terkait tema habitat tersebut, Risma mengaku optimistis dengan mewujdukan permukiman tanpa kekumuhan. Caranya menurut Risma dengan membersihkan permukiman kumuh yang selama ini di bantaran sungai dan dipindahkan ke rumah susun (Rusun).

"Surabaya sudah banyak dibantu Ditjen Cipta Karya membangun Rusunawa (Rumah Susun Sederhana Sewa). Masyarakat yang mau menghuni Rusunawa akan kita beri hak-haknya, seperti KTP, pendidikan gratis, fasilitas kesehatan gratis, dan jaminan-jaminan sosial lainnya," kata Risma.(c4/wam)

"Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri"
Nyai Ontosoroh