a Soy : Selai Dari Ampas Tahu Diluncurkan UGM

a Soy : Selai Dari Ampas Tahu Diluncurkan UGM

Ampas tahu memilik kandungan serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk pencernaan

YOGYA - Belum lama ini sejumlah mahasiswa UGM telah meluncurkan selai berbahan ampas tahu yang dilabeli dengan nama “a Soy”.

Mereka adalah Ahmad Muhaimin Alfarisy, Dian Purnami Handayani, Friestisya Blorindayoga Hariandrie, Mudrikah serta Ristiani Puji Lestari  yang tergabung dalam Program Kreatifivitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K).

Kelimanya menyulap limbah yang biasanya hanya berakhir di tempat pembuangan sampah menjadi sebuah produk makanan yang bernilai ekonomis dan bergizi tinggi.

"Selama ini ampas tahu hanya digunakan sebagai pakan ternak dan bahkan dibuang begitu saja, padahal didalamnya mengandung gizi yang cukup tinggi,” Ujar Alfarisy Senin (14/5) di Kampus UGM, Seperti dilansir laman ugm.

Disebutkan Alfarisy, dalam ampas tahu memilik kandungan serat yang cukup tinggi sehingga baik untuk pencernaan. Selain itu didalam kedelai juga terkandung senyawa isoflavon yang baik untuk mencegah proses penuaan dini.

“Kami memakai ampas tahu ini sebagai bahan pembuat selai karena mengandung serat yang tinggi yaitu 8 persen lebih banyak dari selai-selai yang dijual dipasaran yang hanya mengandung serat sekitar 6 persen saja,” urainya.

Pembuatan selai ini terbilang mudah. Pertama-tama ampas tahu yang masih segar dikukus terlebih dahulu selama 1 jam agar ampas tahu bisa lebih awet.

Lalu ampas yang telah dikukus dicampur dengan buah yang sudah diblender terlebih dahulu bersama dengan gula pasir, cengkeh dan kayu manis.

Selanjutnya setelah semua bahan tercampur dimasak kedalam penggorengan dan didihkan sampai mengental. “Untuk komposisinya penggunaan ampas tahu berbanding buah adalah 1:2,” ujarnya.

Saat ini a Soy dijual dalam bentuk roti bakar dengan menawarkan empat varian rasa yaitu rasa apel, jambu, pisang, dan cokelat susu. Namun kedepan juga direncanakan akan dibuat produk a SOY dengan rasa baru seperti blueberry, mocca, sirsak, dan beberapa rasa oriental lainnya.

Selain memasarkan dalam bentuk roti bakar, dalam waktu dekat kelima mahasiswa tersebut juga akan merilis selai dalam bentuk cup ukuran 200 gram. Per cup nya dihargai Rp.6.500,-.

“Semua rasa yang dijual merupakan perpaduan antara buah asli dengan ampas tahu sehingga dapat dipastikan mengandung gizi yang tinggi, padat serat, serta kandungan vitamin yang terutama berasal dari buah-buahan yang dipadukan,” terangnya.

Ditambahkan Dian Purnami, hingga saat ini penjualan roti bakar a Soy telah meraup omzet 1,8 juta sejak dirilis pada akhir Februari lalu. “Roti bakar a SOY kini dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Per potongnya hanya dibanderol Rp. 1.500,00,-“, ujarnya. (c8/lik) foto : ugm.ac.id

 

"Saya lebih menyukai rasionalisme daripada ateisme. Masalah mengenai Tuhan dan objek-objek kepercayaan lainnya tidak dapat dijelaskan dan tidak berperan dalam rasionalisme, oleh karena itu Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan menyerang (suatu pandangan) atau bertahan (dari serangan pihak lain)."
Isaac Asimov