BPBD Pacitan : Tempatkan TEWS DI 10 Lokasi Strategis

BPBD Pacitan : Tempatkan TEWS DI 10 Lokasi Strategis

Berbeda dengan TEWS bantuan dari pusat yang serba digital, perangkat peringatan dini manual ini merupakan hasil modifikasi BPBD yang menerapkan tekhnologi gelombang radio very high frequency (VHF)

PACITAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan akan menempatkan peralatan tsunami early warning system (TEWS) di 10 lokasi strategis. Tiga unit ditempatkan  di wilayah Kecamatan Pringkuku, lima ditancapkan di wilayah kota, dan dua lainnya di wilayah Kecamatan Ngadirojo.

Selama ini Pacitan dikenal rawan ancaman bencana tsunami. Sementara, perangkat deteksi dini tsunami yang ada di Pacitan kota tidak mampu menjangkau wilayah-wilayah pantai dari Pacitan paling barat hingga kawasan timur Kecamatan Ngadirojo

Berbeda dengan TEWS bantuan dari pusat yang serba digital, perangkat peringatan dini manual ini merupakan hasil modifikasi BPBD yang menerapkan tekhnologi gelombang radio very high frequency (VHF).

"Upaya ini diambil untuk menyiasati kondisi geografis Pacitan yang bergunung" Ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD setempat Tri Mudjiharto Jumat (11/5), Seperti dilansir laman kominfo jatim.

Pembuatan dan pemasangan perangkat peringatan dini ini akan dilakukan bertahap hingga 5 tahun ke depan. Ini karena, anggaran yang dialokasikan di APBD sangat terbatas.Untuk satu unit perangkat dibutuhkan dana antara 20 hingga 30 juta rupiah.

Menara sirine ini nantinya dipasang di masjid atau mushola agar perawatannya bisa dilakukan oleh masyarakat. Pihak masjid juga dapat memanfaatkan perangkat tersebut untuk kepentingan masjid atau lingkungan, semisal mengumandangkan adzan atau tanda imsak dan buka puasa di bulan Ramadhan.

Meskipun memanfaatkan tekhnologi rakitan, namun tandas Tri Mudjiharto dampak manfaat dari perangkat ini sangat membantu masyarakat yang tinggal di zona rawan tsunami.

Sirine yang dipasang di menara suaranya mampu menjangkau radius 1 hingga 2 kilometer. Bahkan, kecepatan sinyal radio yang dikirim ke masing-masing perangkat peringatan dini sangat cepat yakni terpaut 1 hingga 2 detik. (c8/lik)

"Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.
M.Nazaruddin