GMFI : Gelar Demo Tuntut Polisi Usut Pembunuhan Ibrahim Syamsir

GMFI : Gelar Demo Tuntut Polisi Usut Pembunuhan Ibrahim Syamsir

MAKASAR - Gerakan mahasiswa for Ibrahim (GMFI) dengan jumlah massa sekitar 150 orang yang dipimpin oleh Ilham Jaya (Jenlap/ mahasiswa fak. Olahraga UNM) menggelar aksi unjuk rasa di bawah jembatan fly over Jl. Urip Sumohardjo KM. 4 Makassar, pada selasa (24/4)

Adapun pernyataan sikap para pengunjuk rasa sebagai berikut :

1)  Mempertanyakan komitmen pihak Kepolisian
2)  Mempercepat pelimpahan berkas ke pengadilan
3)  Meminta kepada pihak Kepolisian untuk tidak melakukan penangguhan terhadap pelaku pembunuhan Ibrahim Syamsir
4)  Percepat penangkapan tersangka yang masih berstatus DPO
5)  Memperjelas status penangkapan 13 (tiga belas) orang menjadi tersangka
6)  Mengecam intervensi keluarga pada pihak Kepolisian
7)  Meminta kepada pihak Kepolisian untuk melakukan tranparansi dan tidak menutupi kasus pembunuhan Ibrahim Syamsir
8)  Meminta kepada pihak Kepolisian untuk tetap membasmi geng motor liar yang meresahkan masyarakat di kota Makassar.

Sekitar pukul 12.00 WITA aksi unjuk rasa selesai dan massa bergeser menuju kantor Polrestabes Makassar Jl. Jenderal A. Yani Makassar.

Sekitar pukul 12.25 WITA pengunjuk rasa tiba di depan Ruko Glow Photo Studio Jl. Sungai Saddang Makassar (TKP meninggalnya Ibrahim Syamsir) kemudian para pengunjuk rasa melakukan doa bersama.

Sekitar pukul 12.36 WITA pengunjuk rasa kembali melanjutkan perjalanan ke Mapolrestabes Makassar dan langsung melakukan orasi secara bergantian dengan tuntutan yang sama.

Sekitar pukul 13.00 WITA pengunjuk rasa diterima di depan pintu gerbang Mapolrestabes oleh Wakapolrestabes Makassar AKBP Endi Sutendi didampingi oleh Wakasat Reskrim Kompol M. Anwar, dengan tanggapan bahwa :

1)  Mengenai kasus tersebut pihak Polrestabes Makassar komitmen bekerja secara profesional dan penyidik untuk sementara merampungkan berkas-berkas para tersangka.
2)  Untuk para tersangka yang belum tertangkap pihak Polrestabes Makassar  masih melakukan penyelidikan terhadap keberadaan mereka.
3)  Untuk berkas penyidikan apabila sudah rampung akan secepatnya dilimpahkan ke pihak Kejaksaan
4)  Pihak penyidik telah diperintahkan untuk bekerja secara profesional dan transparan kepada pihak keluarga korban.
5)  Pihak Polrestabes telah menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus tersebut dan beberapa saksi
6)  Semua perkembangan kasus tersebut yang ditangani pihak Polrestabes sudah berupaya transparan, termasuk kepada media
7)  Meminta kepada pengunjuk rasa apabila ada saksi-saksi untuk memberikan keterangan guna mendukung proses pencarian terhadap para pelaku.

Sekitar pukul 13.30 pengunjuk rasa membubarkan diri dengan aman. (lik/polri)

"Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik."
Pierre de Coubertin