GRIB JATIM: Mantapkan Posisi Dukung Prabowo Subianto

GRIB JATIM: Mantapkan Posisi Dukung Prabowo Subianto

SURABAYA - Pemilihan Presiden RI masih berlangsung dua tahun lagi, namun sejumlah parpol dan ormas mulai melakukan pemanasan mesin faksi politik guna memperkuat pencalonan capres masing-masing.

Salah satu ormas di Jatim yang paling agresif adalah GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Baru) Jawa Timur yang aktif melakukan lawatan guna menggali dukungan bagi Prabowo Subianto.

Ketua DPD GRIB Jawa Timur, Abdul Salam, SH. MH, mengatakan langkah GRIB JATIM dalam pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden makin mantap, setelah mendapatkan restu dari Basofi Soedirman, selaku Dewan Pembina GRIB JATIM.


BACA JUGA:

"Kami makin yakin, dukungan untuk pencalonan prabowo sebagai presiden akan semakin deras, mengingat sosok beliau (prabowo) yang dikenal dekat dengan rakyat kecil" ujarnya, saat menggelar silaturahmi ke kediaman Basofi Soedirman, Jum'at, (6/4)

Abdul Salam menambahkan, posisi Ormas GRIB Jatim sebagai pendukung Prabowo Subianto bukan main-main, sebab sejumlah program efektif untuk mendulang suara sudah di geber sejak pertengahan April.

"Kami terus menggelar konsolidasi dengan 38 kota/kabupaten di Jatim dan bersinergi dalam satu Gerakan Rakyat Indonesia Baru untuk mendukung Prabowo Subianto" tegas Abdul Salam, kepada Wartapedia.com

Sementara itu, Mantan Gubenur Jawa Timur, Basofi Soedirman mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan figur pemimpin yang tegas, banyak bicara dan banyak kerja.

Meski secara implisit tidak menyatakan dukungan secara langsung kepada Prabowo, namun Basofi secara tegas mengatakan bahwa sosok Prabowo Subianto, adalah figur yang pantas memimpin bangsa ini.

"Prabowo pernah menjadi anak buah saya saat operasi militer di Timor Timur, dia sangat konsisten dan tegas dalam mengemban amanah, saya pikir dia cocok untuk memimpin bangsa ini" ujarnya

Basofi Soedirman yang juga sebagai Dewan Pembina di DPD GRIB JATIM ini juga sempat menyinggung pertemuan terakhrirnya dengan Prabowo. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdialog tentang permasalahan krusial yang terjadi akhir-akhir ini.

"Saya katakan ke Prabowo, jika kelak dia memimpin bangsa ini, jangan lupakan satu hal, bahwa Indonesia butuh pemimpin (presiden -red) yang mau mendengar keluhan rakyatnya, jadi tidak seperti sekarang" ujarnya sembari berharap.

Pria yang dikenal sebagai konseptor Gerakan Kembali ke Desa (GKD) tersebut, lantas mengibaratkan kondisi Indonesia sekarang tak ubahnya sebagai "Negara tanpa Nahkoda" yang berjalan tak jelas tujuan.

"Jika dahulu Indonesia memiliki GBHN, Repelita, maka sekarang tak ada lagi haluan yang bisa menjadi pegangan untuk mensejahterakan rakyat, hal inilah yang membuat saya prihatin" keluhnya.

Namun, Basofi masih optimis bahwa di Indonesia masih banyak pihak-pihak yang merasa peduli untuk bersama-sama membangun Indonesia Baru yang lebih baik.(fan)

Untuk meraih kesuksesan, tidaklah cukup dengan melakukan yang terbaik. Terkadang kita harus melakukan apa yang diperlukan.
Winston Churchill