Saturday, 25 February 2012 14:03

| Kompensasi kenaikan harga BBM subsidi memiliki bersifat langsung dan tidak langsung
|
JAKARTA - Pemerintah memandang perlu adanya kenaikan harga BBM subsidi dengan situasi saat ini, baik ekonomi global maupun harga minyak dunia yang tengah beranjak naik
Terkait hal tersebut, pemerintah akan memberikan kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang APBN 2012 yang melarang kenaikan harga, kecuali dimasukkan dalam APBN Perubahan dengan kompensasi, sehingga angka kemiskinan juga dapat ditekan.
"Pemerintah akan lakukan langkah awal, sasaran yang akan mendapatkan kompensasi adalah angkutan umum" ujar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Armida S. Alisyahbana saat menggelar Konferensi Pers di Jakarta pada Jumat (24/2).
“Itu kan (kenaikan BBM) harus didiskusikan dengan keuangan DPR dan tidak boleh ada jejak, pokoknya kita harus siap, naik sekian, tanggal sekian, langsung kompensasi di saat yang sama itu sedang disiapkan kira-kira seperti apa,” ujar Armida, Seperti dilansir laman Depkeu.
Menurut Armida, kompensasi kenaikan harga BBM subsidi memiliki bersifat langsung dan tidak langsung. Secara langsung akan menyasar angkutan umum, sementara kompensasi untuk memitigasi dampak tidak langsung menyasar kepada masyarakat miskin. Untuk langkah awal, target sasaran adalah angkutan umum seperti kapal laut, kapal ferry, kereta api, dan angkutan umum perkotaan.
“Ini lagi dipikirkan gimana kompensasinya, intinya supaya tarif tidak naik, kalau pun naik hanya minimal sehingga tidak berdampak ke biaya transportasi,” jelasnya.
Sedangkan, untuk dampak tidak langsung terutama terhadap masyarakat yang rentan, pemerintah berharap tidak adanya kenaikan angka masyarakat miskin.
Adapun kompensasi yang akan digelontorkan merupakan program yang sudah ada dan dimodifikasi kembali, sehingga target kemiskinan dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) tahun ini tetap bisa mencapai target sebesar 10,5-11,5 persen. (c8/lik)
![]() |
|
| FOTO: Pasukan Garuda Gelar Pemeriksaan Marjayoun-Lebanon |
"Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.
M.Nazaruddin