Kemenhub : Perketat Uji Kelayakan Kendaraan

Kemenhub : Perketat Uji Kelayakan Kendaraan

BOGOR - Menteri Perhubungan EE Mangindaan merasa prihatin atas maraknya kecelakaan pada perusahaan otobus dalam dua pekan ini.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan akan memperketat tata cara pengujian, dan bila dimungkinkan merevisi uji kelayakan kendaraan (KIR) menjadi lebih cepat dari yang diberlakukan sekarang ini, yaitu enam bulan sekali.

‘’Kecelakaan demi kecelakaan transportasi umum seperti bus sungguh memprihatinkan. Untuk itu Kemenhub akan lebih memperketat dalam melakukan uji kelayakan kendaraan. Bisa saja jadwal pemeriksaannya di perketat menjadi 2 bulan sekali, tapi itu tergantung kesepakatan semua pihak,’’ kata Menhub, saat mendatangi lokasi kecelakaan bus Karunia Bakti di Bogor, sabtu (11/2), Seperti dilansir laman Dephub.

Sebagaimana diketahui, bus Karunia Bakti dengan no pol Z 7519 DA lepas kendali dan menabrak 1 bus besar, 6 mobil kecil dan  4 motor yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Setelah menyeruduk kendaraan-kendaraan kecil tersebut, bus kemudian oleng ke kanan dan menabrak bus Doa Ibu yang datang dari arah berlawanan, selajutnya menabrak warung baso dan villa. Dalam peristiwa tersebut sebanyak 14 orang tewas dan 47 orang mengalami luka berat dan ringan.

Dari lokasi kejadian , Menhub Mangindaan mendapat informasi bahwa dugaan sementara peristiwa tersebut terjadi akibat bus Karunia Bakti mengalami rem blong. Dugaan tersebut masih akan didalami dan juga ditanyakan kepafa manajemen PO Karunia Bakti selaku pemilik maupun Dishub sebagai penguji alat kendaraan.

‘’Saya akan koordinasi dengan LLAJ, kepolisian dan Pekerjaan Umum. ‘’Rem blong bisa jadi karena kesalahan uji kelayakan, jadi perusahaan akan kita tanya,’’ kata Mangindaan. Banyaknya volume kendaraan di lintasan tersebut juga bisa menjadi penyebab kecelakaan.

Sementara itu Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan, tim KNKT selama 12 jam, mulai Jumat jam 23.00 wib hingga Sabtu pukul 11.00 wib melakukan investigasi di lokasi kejadian, termasuk melakukan investigasi pada bus yang masih tergantung maupun pada saat bus sudah ditarik ke atas.

KNKT terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi karena korban yang meninggal lebih dari 8 orang. Dalam kecelakaan maut di Cisarua, teridentifikasi korban meninggal dunia sebanyak 14 orang. (c8/lik)

"Kebanyakan kegagalan hidup berasal dari orang yang tidak menyadari betapa sudah dekatnya mereka pada kesuksesan saat mereka memutuskan untuk menyerah"
Thomas Alva Edison