KAMPOENG PAHLAWAN: Perhelatan Akbar di Tengah Krisis Nasionalisme

KAMPOENG PAHLAWAN: Perhelatan Akbar di Tengah Krisis Nasionalisme

Perhelatan Kampoeng Pahlawan digelar oleh HIPRO untuk menjawab ancaman krisis nasionalisme yang melanda generasi muda

SURABAYA - Perhelatan Kampoeng Pahlawan memasuki babak final setelah sejumlah elemen memastikan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Elemen tersebut antara lain Himpunan Praktisi Radio dan Media Online (HIPRO) Surabaya, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Surabaya, Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (MASIKA ICMI) Korwil Jawa Timur, Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI), serta Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya.

Rio Setiawan, Ketua HIPRO Surabaya mengatakan, faham liberalisme ekonomi bisnis, hedonisme sosial dan pragmatisme telah merasuki seluruh elemen bangsa. Kondisi ini lanjut Rio tentu sangat mengkhawatirkan.

"Ajang Kampoeng Pahlawan berangkat dari keprihatinan tersebut" tegas Rio usai konferensi pers di Jatim Expo (JX) International Surabaya, Kamis (6/10).

Hal senada dituturkan oleh Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Surabaya Hartoyik. Menurutnya, anak muda sekarang harus berjuang melawan penjajahan gaya baru, yakni hedonisme, sekularisme dan pragmatisme sebagai langkah untuk mendapatkan segala sesuatu secara instan.

Terkait Kampoeng Pahlawan, Hartoyik mengaku siap mengerahkan 2000 orang anggota LVRI Kota Surabaya untuk  menggelorakan spirit perjuangan pada festival Kampoeng Pahlawan.

Untuk memeriahkan acara tersebut, Direktur JX International Hendy Mustofa menegaskan akan menjadikan agenda Kampoeng Pahlawan menjadi momentum awal semangat teladan kepahlawanan yang digelorakan di Surabaya.

"semoga acara ini sukses dan bisa menjadi agenda tahunan di Jatim Expo" ujarnya

Rencananya, festival kampoeng Pahlawan akan dimeriahkan oleh band yang membawakan lagu-lagu perjuangan, lomba yel-yel kemerdekaan oleh ibu-ibu PKK, lomba musik patrol, drama perjuangan 10 November, lomba tancap Merah Putih. (c1/fan) FOTO: dari kiri: Hendy Mustofa, Hartoyik, Rio Setiawan, Rahmad Hidayat

"Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.
M.Nazaruddin