PASKAS: Komunitas Sepeda Kuno Surabaya Paling Eksis

PASKAS: Komunitas Sepeda Kuno Surabaya Paling Eksis

SURABAYA - Maraknya komunitas-komunitas yang hadir ditengah-tengah masyarakat merupakan sebagian kecil komunitas yang tujuannya hanya ingin menuangkan hobi semata saja.

Bahkan ada juga sejumlah komunitas yang menganggap perkumpulannya bukan sekedar menuangkan hobi semata melainkan pekumpulan yang memiliki arti simbol pengapresiasian terhadap nilai-nilai seni, tradisi, dan sejarah seperti benda-benda klasik di zaman penjajahan.

Hal itu dikarenakan mereka yang masih menganggap bahwa benda klasik adalah benda yang memiliki kenangan-kenangan pada zaman penjajahan, oleh karena itu mereka jatuh hati pada barang-barang lawas.

Barang-barang yang dianggap klasik, lucu, dan nyentrik serta memiliki arti nilai sejarah, walaupun barang-barang tersebut di era modern ini sudah mulai tergeserkan.  Sepe

rti halnya komunitas mobil-mobil kuno, sepeda motor kuno, sampai sepeda ontel kuno yang kini terlihat kembali hidup dikehidupan era modern saat ini.

Paguyuban Sepeda Kuno Arek Suroboyo (PASKAS) salah satunya. Komunitas yang berdiri sejak tahun 1994 itu, sampai saat ini masih eksis.

Jumlah anggota PASKAS yang semakin lama mengalami kemajuan di luar perkiraan. Anggota yang berkecimpung di komunitas PASKAS saat ini berjumlah sekitar 300 orang dengan beragam jenis unit sepeda ontelnya.

"Ada 300 lebih jumlah anggota PASKAS sekarang," kata ketua PASKAS Hariadi kepada Wartapedia.

Sementara itu, tambah Hariadi, di PASKAS bisa melihat beragam jenis unit sepeda kuno yang ada, mulai dari jenis yang paling langka hingga jenis yang biasa. Seperti jenis Gasela pongres simplek, Hartok pilip hima, dan masih banyak jenis-jenis yang lainnya.

Komunitas yang ngakunya lumayan lama berdiri ini biasanya bekumpul di sekitar balai Kotamadya Surabaya serta kadang juga berkumpul di Taman Bungkul. Setelah itu biasanya mereka berkeliling kota Surabaya dengan beriringan sambil memakai seragam atau atribut kepahlawanan berwarna cream coklat zaman dulu.

"Teman-teman biasa ngumpul di balai kota tiap hari minggu pagi atau hari jum'at malam di Taman Bungkul," tuturnya.

Tujuan berkumpul sendiri selain menjalin silatuhrahmi agar semua personil menjadi dekat, baik personil lama maupun personil baru mereka juga mengaku bisa menghilangkan kejenuhan dari aktivitas-aktivitas kesehariannya.

"Cukup senang adanya kumpul-kumpul, karena bisa gurau, tertawa bebas, dan bisa terlepas dari masalah pekerjaan tiap harinya," papar Mas'ud selaku anggota PASKAS.

Ketua yang akrab dipanggil pak har ini, mengatakan semua orang bisa masuk atau bergabung dengan komunitas ini. Selain itu, komunitas PASKAS juga siap dimintai bantuan pengirapan apabila ada orang mempunyai acara pernikahan, maupun acara khitanan dengan cara tradisional yang lucu, unik, dan menarik perhatian masyarakat.

"Semua orang bisa bergabung di komunitas ini tanpa ada batasan (baik tua maupun muda), dan kita siap dimintai bantuan dalam pengirapan acara, seperti kemarin kita di mintai bantuan ngirap acara khitanan warga simo jawar," pungkasnya. (c2/adi) Foto: kegiatan komunitas sepeda kuno dalam perjalanan dari Surabaya ke Blitar

Jika orang menjadi baik karena mereka takut mendapat hukuman atau mengharapkan hadiah, maka meraka berada dalam penyesalan yang besar.
Albert Einstein