SAMSAT: Wilayah Surabaya Barat ‘Boyongan’ ke Tandes

SAMSAT: Wilayah Surabaya Barat ‘Boyongan’ ke Tandes

Adanya program berbasis pada standart ISO yang mengedepankan pelayanan publik serta system management mutu nampaknya telah diterapkan  di Kantor Bersama Samsat Surabaya Barat

SURABAYA - Dalam rangka memberikan kepuasan serta kemudahan pada masyarakat selaku wajib pajak, Samsat Surabaya Barat mulai tanggal 4 July 2011 menempati kantor baru di jalan Tandes no.1.

Hal ini tentunya bertujuan untuk semakin mendekatkan kantor Samsat induk dengan wajib pajak yang berada diwilayah Surabaya Barat, meliputi sembilan Kecamatan. Yakni Kecamatan Tandes, Benowo, Lakasantri, Sukomanunggal, Asemrowo, Pakal, Sambikerep, Sawahan dan Kecamatan Wiyung.


BACA JUGA:


Surabaya-Guna mewujudkan tuntutan masyarakat agar pelayanan di Kantor Samsat Surabaya Barat  menjadi lebih baik, langsung direspon oleh segenap jajaran terkait yang bernaung dibawah layanan satu atap ini.

Terhitung sejak Senin 4 July 2011 yang lalu  layanan Samsat Surabaya Barat memisahkan diri dari kantor lama yang berada diwilayah Ketintang.

Sehingga tidak lagi berdesakan serta berbagi ruang dengan layanan Samsat Surabaya Selatan, yang seringkali membikin wajib pajak antri berdesakan serta merasa kurang nyaman saat mengurus kelengkapan dokumen serta pajak kendaraanya.

Paur Samsat Surabaya Barat, Ipda Supiyan SH menegaskan akan memberikan pelayanan sesuai prosedur sesuai ISO, serta adanya komunikasi antara petugas dilapangan dengan para wajib pajak.

"Standart ISO yang memberikan layanan prima ini menjadikan para wajib pajak kendaraan bermotor merasa sangat nyaman dan mudah dalam menunaikan kewajibanya untuk membayar pajak kendaraanya."” tutur perwira yang pernah berdinas di kantor Samsat Manyar ini.

Sementara itu, Adpel Samsat Surabaya Barat, Dra. Sri Amim, menuturkan pihaknya akan memberikan wacana serta penjelasan yang transparan kepada semua pihak yang membutuhkan informasi tentang pelayanan pajak kendaraan bermotor dikantornya.

Terkait keberadaan calo yang berkeliaran dikantor Samsat Surabaya Barat, Sri Amim dengan tegas dirinya menyatakan antipati terhadap ada praktek percaloan diwilayah kantor Samsat Surabaya Barat.

"Namun secara manusiawi, saya masih bisa memberikan batas toleransi asal tidak berdampak negatif bagi kelancaran kinerja semua petugas pelayanan Samsat." ”tegas mantan Adpel Samsat Surabaya Utara ini.

Sri menambahkan sebetulnya kalau memang ada peraturan pemerintah atau peraturan daerah yang baku dan jelas-jelas melarang praktek percaloan di kantor Samsat, pihaknya sangat setuju dan mendukung dan bisa secara tegas membersihkan para calo yang berkeliaran di kantor Samsat.

Selain itu kita bicara hati dan manusiawi,mereka tentunya juga sama seperti kita butuh mencari nafkah. Namun sayapun tidak sepenuhnya mendukung para calo itu,asal mereka tidak membikin onar serta merugikan orang lain akan saya beri sedikit toleransi.

Menurut Amim keberadaan para calo itu terkadang malah banyak bikin susah petugas pelayanan, namun kesadaran masyarakat yang belum pulih dari rasa malas untuk membayar pajaknya secara langsung menimbulkan peluang bagi keberadaan para calo itu sendiri.  

Untuk itu dalam menyikapinya Amim tak pernah bosan memberikan  bimbingan pada semua jajaranya, agar senantiasa santun serta memberikan pelayanan yang terbaik pada semua wajib pajak yang datang. Sehingga para wajib pajak tidak merasa dipersulit serta berpaling pada calo.

Wujud nyata pelayanan  juga ditekankan  harus sesuai dengan prosedur standart ISO tentang pelayanan prima yang berbasis pada system management mutu. Yakni meliputi biaya produk pelayanan, waktu penyelesain, sarana serta prasarana,dan kompetensi petugas dilapangan dalam memberikan pelayanan.

Maka tak berlebihan jika hal ini ternyata sangat dirasakan oleh masyarakat selaku wajib pajak yang datang kekantor baru Samsat Surabaya Barat.

“Wah sekarang selain kantor Samsatnya bersih dan nyaman, proses pengurusannya juga sangat cepat. Saya membayar pajak dan balik nama kendaraan nggak sampai setengah hari uda selesai.” tutur Selvy, mahasiswi yang tinggal di Perumahan Benowo.  

Komentar senada juga diungkapkan beberapa masyarakat saat membayar pajak kendaraanya di kantor Samsat Surabaya Barat, ketika ditanya oleh wartapedia.com (djok/sonny)

"Jangan Tuan terlalu percaya pada pendidikan sekolah. Seorang guru yang baik masih bisa melahirkan bandit-bandit yang sejahat-jahatnya, yang sama sekali tidak mengenal prinsip. Apalagi kalau guru itu sudah bandit pula pada dasarnya."
Frischboten