Ramadhan : Pemerintah Tunggu Sidang Isbad

Ramadhan : Pemerintah Tunggu Sidang Isbad

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam menetukan satu ramadhan penampakan hilal tetap menjadi rujukan utama

SURABAYA - Pemerintah tidak mau gegabah dalam menetukan awal ramadan, meski saat ini organisasi Muhammadiyah telah menyosialisasikan awal bulan ramadan 1432 H jatuh pada 1 Agustus 2011. Tetapi pemerintah untuk menentukan awal ramadan tetap menunggu hasil sidang isbad.

Kepala Kantor Kementerian Agama Jatim Drs H Sutrisno SE Mpd MM di Surabaya Selasa (12/7) mengatakan, pemerintah tetap mengacu pada prosedur tetap yakni melalui sidang isbad (sidang pengambilan keputusan).

Dalam sidang ini, pemerintah mengundang seluruh perwakilan Ormas, MUI, para ahli hisab dan Rukyat serta perwakilan negara-negara sahabat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lanjut sutrisno, dalam menetukan satu ramadan penampakan hilal tetap menjadi rujukan utama. Karena itu, pemerintah menyebar ahli hisab dan Rukyat yang di 27 titik hilal, di antaranya di Gresik (Jawa Timur), Kupang (NTT), Semarang (Jawa Tengah) dan Jakarta Barat.

Apabila dalam titik yang ditentukan tersebut ada saksi yang melihat dan telah disumpah, maka pemerintah baru akan mengumumkan.

“Kita tetap mengacu pada prosedur, tunggu saja nanti hasilnya seperti apa,” katanya, Seperti dilansir laman Diskominfo.

Terkait seringnya terjadi perbedaan antar ormas dalam penentuan awal ramadan, Sutrisno berharap itu tidak menjadi sebab untuk mengurangi keberkahan ramadan.

Ini karena bulan ramadhan adalah bulan pernuh berkah, karena itu hendaknya perbedaan ini dijadikan sebagai alat untuk menuju persatuan, bukan justru menjadi perpecahan.

“Masing-masing punya alasan, mari kita hormati, jangan sampai hal tersebut menjadikan jurang pemisah,” ungkapnya.

Senada dengan pemerintah, organisasi Nahdlotul Ulama, juga masih menunggu ruyatul hilal. Pengurus Wilayah NU Jatim melalui Wakil Ketua PWNU Jatim, HM Sholeh Hayat menyatakan akan menyebar tim rukyatul hilal  di delapan lokasi. Salah satunya dibukit Giri Gresik dan Gebang Bangkalan, Serang, Blitar.

Sementara Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim, H Nadjib Hamid mengatakan, penetapan 1 Ramadan pada 1 Agustus tersebut merupakan hasil musyawarah ahli hisab Majelis Tarjih PWM di Kantor PWM Jatim beberapa waktu lalu.

Keputusan itu didasarkan pada hasil perhitungan dengan sistem hisab hakiki yang dilakukan tim dari markas Majelis Tarjih Tanjung Kodok Lamongan.

Hasil hitung Majelis Tarjih PWM menunjukkan bahwa ijtimak akhir 29 Syaban 1432 Hijriah akan terjadi pada 31 Juli 2011 pukul 01.39.42 WIB sampai pada pukul 01.41.09 WIB.

Pada saat itu, matahari terbenam akan terjadi pada pukul 17.31.51 WIB dengan "hilal" (rembulan usia muda sebagai pertanda awal bulan/kalender) akan terlihat 7 derajat selama 7 menit 36 detik hingga 16 menit.

"Dengan tampaknya hilal ini, kesimpulannya pada Senin tanggal 1 Agustus 2011 itu sudah merupakan awal ramadan untuk memulai puasa ramadan," ujarnya. (c8/lik)

"Pernah kudengar orang kampung bilang: sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya.
Robert Suurhorf