Seni Lukis: Para Pelukis Gelar Perang Bintang di AJBS Gallery

Seni Lukis: Para Pelukis Gelar Perang Bintang di AJBS Gallery

SURABAYA – Perang bintang terjadi di AJBS Gallery. Bak sebuah film perang bintang yang terjadi dilayarlebar, kali ini AJBS menghelat sebuah pameran lukisan dengan tema “Star Wars”. Yakni perang bintang diantara pelukis-pelukis kenamaan nusantara yang telah mendunia.

Dijajaran mereka ada berbagai nama yang masuk dalam kategori Artis Indonesia Eye dimana ke dua belas orang diantara mereka adalah seniman-seniman kelas dunia. Seperti Heri Dono, Iwayan Kun Adnyana, Haris Purnomo, Imade Jirna, I made Wianta, Nasirun, dll dan sisanya merupakan artis yang juga layak atau patut diperhitungkan untuk ditampilkan di pentas global.

Pameran yang dihelat Sabtu 25 Juni mendatang merupakan langkah baru AJBS guna meramaikan geliat Surabaya menjadi kota sebagai barometer lukisan nusantara. Diakui oleh Soebagio Widjaja CEO AJBS Gallery ini memang bukan hal mudah menginggat barometer seni lukis nusantara selama ini ada di empat kota yakni Jakarta, Jogja, Bali, dan Bnadung.

‘Ini memang bukan hal mudah. Ini memerlukan waktu yang panjang. Tapi ini adalah sebuah langkah awal untuk menjadikan Surabaya khususnya sebagai kota yang juga menjadi barometer lukisan di tanah air. Karena Jatim khususnya banyak pelukis-pelukis handal yang kini telah mendunia”, terangnya dalam sebuah kesematan konfrensi pers Kamis (23/6) siang di AJBS Gallery Surabaya.

Pameran yang berlangsung hingga 10 Juli itu diikuti oleh dua puluh lima orang pelukis. Karya-karya yang ditampilkan adalah seperti karya Heri Dono dengan judul “Mati Ketawa ala Amerika”, Haris Purnomo dengan “The Pink Tail’s 2”, I Made Jirna dengan “Setelah Jalan-Jalan”, I Made Wianta dengan “Blue Sapace”, Nasirun dengan “Jangan Menangis Ibu Pertiwi”, dll.

Juga diikuti oleh karya patung milik salah seorang seniman Noor Ibrahim dengan karyanya “The Shadow of Batman” serta lukisan tiga dimensi karya Entang Wiharso yang dibanderol dengan harga ratusan juta rupiah.

Direncanakan acara ini dibuka oleh DR. Oei Hong DJien yang merupakan seorang koloektor seni sekaligus pemilik museum Oei Hong Djien Magelang dengan karya-karya lukisnya yang bisa dikatakan lengkap dan telah mendahului inisiatif pemerintah untuk memiliki sebuah museum lukisan dari jaman- ke jaman. (luk)

"Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik."
Pierre de Coubertin