PT. KAI : Berlakukan Single Operation Untuk Kereta Jabodetabek

PT. KAI : Berlakukan Single Operation Untuk Kereta Jabodetabek

Sementara untuk pemberlakuan tarif baru, per Rabu (29/3) sudah mulai di tempel di setiap loket stasiun


JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (PTKAI) Daop I Jakarta mulai 1 April 2011 akan memberlakukan Singel Operation untuk kereta yang beroperasi di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), dimana seluruh kereta api listrik (KRL) akan berhenti di setiap stasiun.

Kebijakan baru tersebut, secara otomatis akan menimbulkan perubahan pada tiga hal yaitu :

  1. Jenis layanan, per 1 April tidak ada lagi layanan KA Ekspres yang biasanya dapat menyusul KA lain didepannya;
  2. Pentarifan untuk KA komersial akan mengalami penyesuaian dengan mempertimbangkan jarak tempuh,
  3. serta perubahan jadwal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I,Mateta Rijalulhaq saat dihubungi di Jakarta, Rabu (30/3).

Lebih lanjut Mateta menjabarkan, penyesuaian tarif yang dimaksud adalah tarif Stasiun Jakarta (Kota)-Bogor (KA Pakuan) dari sebelumnya Rp11.000 menjadi Rp7.000; Jakarta (Kota)-Bekasi (Bekasi Ekspres) dari sebelumnya Rp9.000 menjadi Rp6000. Kemudian, tarif dari Stasiun Manggarai-Tanah abang-Serpong (KA Ekspres Serpong) dari sebelumnya Rp9.000 menjadi Rp6.000.

"KRL Ciujung dari stasiun Tanah Abang-Serpong dari semula Rp5.000 menjadi Rp6000 dan untuk KRL Ciujung Malam dari stasiun Tanah Abang-Serpong dari sebelumnya Rp5.500 menjadi Rp6.000" ujar mateta, seperti dilansir laman kominfo.

Ketentuan tarif tersebut hanya berlaku pada 1 April sampai 30 Juni 2011, karena setelahnya, PT KAI akan memberlakukan penyesuaian tarif baru yang akan berlaku seterusnya. Saat ini tengah dirapatkan kisarannya.

Sementara untuk tarif KRL Ekonomi semua jurusan, baik tujuan Tanah Abang-Serpong maupun Jakarta (Kota)-Bogor tetap pada tarif semula, alias tidak berubah, karena kewenangannya ada pada pemerintah.

Dengan adanya perubahan tersebut, Mateta berharap, pelayanan jasa terhadap masyarakat dapat lebih ditingkatkan, karena dapat mengurai penumpukan di stasiun pada jam-jam tertentu, begitu pula dengan tingkat keselamatannya.

Namun demikian, sejak diumumkannya kebijakan baru tersebut kepada para penumpang melalui sejumlah spanduk yang dipasang di setiap stasiun per 28 Maret 2011 kemarin,sejumlah masyarakat menyatakan keberatannya.

Penghapusan KRL Ekspres oleh PT KAI membuat mereka harus menyiapkan waktu yang lebih lama untuk bisa sampai di tempat tujuan. Normalnya, bila menaiki ekspres Bojong-Sudirman waktu tempuh yang diperlukan hanya selama 45 menit, namun dengan kebijakan baru tersebut, waktu tempuh yang diperlukan bisa mencapai satu jam.

"Jadi harus menyisakan waktu yang lebih lama", ujar Siska(36 th), karyawati perusahaan swasta di Sudirman.

Begitu pula dengan perubahan jadwal KA yang baru akan di berlakukan per 1 April 2011,yang berdasarkan pantauan di lapangan sudah mulai banyak di jual para pedagang seharga Rp500 per foto copyannya, padahal menurut salah seorang petugas di stasiun, belum ada jadwal baru yang resmi di keluarkan PT KAI.

"Saya lebih menyukai rasionalisme daripada ateisme. Masalah mengenai Tuhan dan objek-objek kepercayaan lainnya tidak dapat dijelaskan dan tidak berperan dalam rasionalisme, oleh karena itu Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan menyerang (suatu pandangan) atau bertahan (dari serangan pihak lain)."
Isaac Asimov