KA Ekonomi : Kenaikan Tarif Bergantung Kebijakan Pasar

KA Ekonomi : Kenaikan Tarif Bergantung Kebijakan Pasar

"Pada prinsipnya, KA non Ekonomi itu ditentukan oleh harga pasar.Tapi tentu kami selaku regulator juga akan tetap memonitor"


Wamenhub, Bambang Susanto

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyerahkan penerapan kenaikan tarif kereta api (KA) komersial ataupun ekonomi pada kebijakan pasar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengomentari rencana PT Kereta Api (Persero) yang akan menaikkan tarif hingga 10 persen pada KA komersial.

"Jadi,wajar tidaknya kenaikan tarif hingga 10 persen dapat dilihat dari berapa kenaikan harga-harga pokok komponen", ujar Wamen, usai membuka seminar nasional pengembangan infrastruktur perkereta apaian Banten untuk mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, di Jakarta, Kamis (17/3), Seperti dilansir laman Kominfo.

Direktur Komersial PT KA, Sulistyo Wimbo Hardjito, menyampaikan akan adanya kenaikkan tarif sebesar 5-10 persen pada KA kelas bisnis dan eksekutif yang rencananya akan mulai diberlakukan terhitung awal bulan depan (1 April 2011) untuk semua rute, baik jarak dekat maupun jauh.

"Langkah penerapan tarif baru ini diambil untuk menyesuaikan dengan tingkat inflasi dan kebutuhan biaya operasional kereta api.Mengingat harga bahan bakar sekarang naik, dan biaya operasional,serta perawatan yang juga terus naik,” kata Wimbo.

Sementara untuk kenaikan tarif ekonomi, Wamenhub mengungkapkan,kebijakan untuk menaikkan tetap pada pemerintah. Namun sampai saat ini masih belum diputuskan karena masih dalam kajian.

"Kita inginkan transparan dan acountable untuk tarif ekonomi.Oleh karena itu, kami masih memerlukan perhitungan ulang, mulai dari Track Access Charge (TAC), Infrastructure Maintenance and Operations (IMO) dan Public Service Obligation (PSO) yang saat ini tengah dalam kajian untuk direvisi dengan koordinasi antara tiga lembaga pemerintah, yakni Bappenas, Keuangan dan Perhubungan,karena itu SKB 3 menteri", ujar Bambang.

Setelah itu selesai dan Keppres untuk PSO juga ada, baru ketahuan dengan jelas berapa daya beli masyarakat dan kemapuan masyarakat, karena itulah yang akan menentukan berapa nanti kenaikan tarifnya.

Untuk diketahui, KA komersial adalah pemasok utama pendapatan PT KA yang mencapai hingga 70 persen.(c8/lik)

Untuk meraih kesuksesan, tidaklah cukup dengan melakukan yang terbaik. Terkadang kita harus melakukan apa yang diperlukan.
Winston Churchill