Penggelapan Uang : Berkas Endro Laksono Dilimpahkan Ke PN Tipikor

Penggelapan Uang : Berkas Endro Laksono Dilimpahkan Ke PN Tipikor

Endro Laksono didakwa melakukan tindak pidana penggelapan uang persediaan di Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Sekretariat Deputi Bidang Pencegahan KPK RI sebesar Rp. 388.875.367,-

JAKARTA - Endro Laksono selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Sekertariat Deputi Bidang Pencegahan KPK ini telah diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi setelah menggelapkan uang persedian Bendahara Pengeluaran Pembantu sebesar Rp 388.875.367.

Penggelapan ini diduga dilakukan Endro Laksono dalam rentang waktu antara Januari hingga Desember 2009.

Kini berkas perkara mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

“Berkas perkara atas nama Endro Laksono berdasarkan surat pelimpahan Nomor: B-1475/APB/SEL/Ft/11/2011 tanggal 28 November 2011 telah dilimpahkan ke Pengadilan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan (Jaksel), Mashyudi, di Jakarta, Kamis (1/12), Seperti dilansir laman Kejaksaan

Mantan pegawai KPK tersebut didakwa melakukan tindak pidana penggelapan uang persediaan di Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Sekretariat Deputi Bidang Pencegahan KPK RI sebesar Rp. 388.875.367,- yang dilakukan sejak bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2009.

Jaksa Penuntut Umum mendakwa dengan  pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dengan ancaman pidana minimal 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan atau denda sebesar paling sedikit Rp. 150.000.000,- dan paling banyak sebesar Rp. 750.000.000,-. (c8/lik)

"Pernah kudengar orang kampung bilang: sebesar-besar ampun adalah yang diminta seorang anak dari ibunya, sebesar-besar dosa adalah dosa anak kepada ibunya.
Robert Suurhorf