Korupsi APBD: Pejabat Pemkab Batubara Ditahan

Korupsi APBD: Pejabat Pemkab Batubara Ditahan

Kedua tersangka Pejabat Pemkab dengan sengaja memindahkan dana kas daerah ke rekening Deposito

JAKARTA - Penyidik dari Satuan Khusus (Satsus) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara, Sumatera Utara (Sumut). Keduanya diduga melakukan korupsi dana kas daerah Batubara sebesar Rp 80 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Noor Rachmad dalam siaran persnya, Jumat (6/5) mengatakan kedua tersangka yang ditahan yakni, Kepala Pengelola Keuangan Daerah bernama Yos Rauke, dan Bendahara Umum Pemkab Batubara Fadil Kurniawan.

“Berdasarkan informasi dri PPATK, dugaan korupsi ini terkait dengan pencairan dana kas daerah Batubara dengan cara memindahkan dari Bank Sumut ke dalam rekening deposito pada Bank Mega cabang Jababeka Bekasi, sebesar Rp 80 miliar,” jelasnya.

Noor Rahmad menuturkan kedua tersangka ditangkap pada hari Kamis (5/5) kemarin di Sumut, lalu dibawa ke Jakarta. “Keduanya tiba di Jakarta sekitar tengah malam dan langsung diperiksa dari pukul 1.00 wib dinihari hingga jam 5.00 wib,” katanya.

Dikatakan Noor, kedua tersangka kemudian dibawa ke Bank Mega untuk mengecek keberadaan sejumlah uang tersebut. “Jam 10.00 wib mereka dibawa untuk megecek keberadaan uang tersebut,” ucapnya.

Kini keduanya ditahan terpisah yakni, pada Rutan Salemba cabang Kejagung dan cabang Kejaksaaan Negeri (Kejari ) Jakarta Selatan. “Untuk Yos Rauke ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. Sedangkan fadil Kurniawan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan,” pungkas Noor, seperti dilansir laman Kejaksaan.

Pada September 2010 kedua tersangka memindahkan dana kas daerah tersebut dari Bank Sumut ke dalam rekening deposito Bank Mega cabang Jababeka Bekasi dengan cara menyetorkan beberapa kali yaitu, pada tanggal 15/9/2010 disetorkan sebanyak Rp 20 miliar

Kemudian tanggal 15/10/2010 sebesar Rp 10 miliar, tanggal 9/11/2010 sejumlah Rp 5 miliar, tanggal 14/1/2011 senilai Rp 15 miliar, tanggal 11/4/2011 disetorkan Rp 30 miliar. Dana deposito tersebut dicairkan untuk disetorkan ke dua perusahaan sekuritas, melalui Bank BCA dan Bank CIMB.

Atas perbuatan tersebut, keduanya ddijerat dengan Pasal 2 ayat (1), pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(c7/pr)

"Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik."
Pierre de Coubertin