Korupsi BLBU : Kejagung Tahan Mahfudi Husodo

Korupsi BLBU : Kejagung Tahan Mahfudi Husodo

Dalam tindak pidana korupsi proyek BLBU bantuan benih itu, tersangka diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp27 miliar

JAKARTA - Tersangka kasus bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) paket I th 2012 pada Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian ditahan oleh Kejagung hari Jumat (19/7) lalu.

Tersangka Mahfudi Husodo (Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Hidayah Nur Wahana (HNW) ditahan di Rutan Kejagung selama 20 hari, sejak 19 Juli- 7 Agustus 2013

Dalam tindak pidana korupsi proyek BLBU bantuan benih itu, tersangka diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp27 miliar.

“Penahanan dilakukan, karena saat masih menjadi saksi tidak kooperatif dan tidak pernah memenuhi panggilan tim penyidik kasus dugaan korupsi tersebut,” Kata Setia Untung Arimuladi (Kapuspenkum) Kejagung RI di Jakarta Sabtu (20/7)

"Tersangka ditangkap di Jember dan selanjutnya dibawa ke Surabaya dan dibawa ke Kejagung, guna diperiksa dan lalu resmi ditetapkan tersangka” katanya, seperti dilansir laman kejaksaan.

Penetapkan Dirut PT.HNW inisial S “Tim penyidik beralasan sudah memiliki dua alat bukti dari pengembangan kasus ini, dengan tersangka Dirut PT HNW Suroso.

Seperti, penggeledahan di kediamannya Jalan Koptu Berlian Rt.001 Rw.007, Kelurahan Tegal Gede,. Sumbersari, Jember, Jatim dan kantor PT.HNW di Bantul , Yogyakarta,”

Untuk diketahui, dugaan koprupsi proyek BLBU pekerjaanya dikerjakan oleh PT HNW yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung, dengan  nilai kontrak Rp.209.800.050.000,- modusnya pekerjaan proyeknya tidak sesuai varietas benih hibrida, padi non-hibrida dan kedelai dengan yang ditentukan.

Serta adanya kurang volume dalam realisasinya serta beberapa pelaksanaan di lapangan yang tidak sesuai dengan kontrak dan bahkan menyimpang sehingga diduga proyeknya fiktif, akibatnya diduga Negara mengalami kerugian sekitar Rp27 miliar. (c8/lik)

"Kita harus hidup bersama sebagai saudara atau musnah bersama sebagai orang bodoh"
Martin Luther King