Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi

Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi

Surabaya - Wartapedia : Polisi menetapkan tiga orang tersangka yakni A Lung (62) pedagang pupuk asal Lumajang, Andik (37) pengusaha di Probolinggo dan Sudjoni (51) karyawan PT Pamolite Adhesive Industry (PAI) di Probolinggo karena dugaan penyalagunaan penjualan pupuk bersubsidi yang kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

"Mereka melakukan oper sak dari pupuk bersubsidi dijual ke pupuk non subsidi," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dra Pudji Astuti MM saat jumpa pers bersama Kasat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) AKBP I Nyoman Komin di Mapolda, Jalan Ahmad Yani.

Pengungkapan itu berawal dari informasi masyarakat  yang diterima polisi, tentang dugaan penyalahgunaan penjualan pupuk bersubsidi di sebuah gudang milik A Lung di Jalan Gatot Subroto, Kabupaten Lumajang. Polisi menindak lanjuti dengan menguntit truk gandeng nopol N 8719 UY yang mengirim pupuk subsidi yang dioper sak ke Pupuk Kujang sebanyak 680 sak atau sekitar 34.000 Kg pupuk, ke PT PAI di Probolinggo.

"Pupuk itu dijual ke PT PAI untuk bahan baku pembuatan lem," tambah Kasat Tipiter AKBP I Nyoman Komin.

Dari penangkapan itu, polisi langsung menyelidiki dan menangkap tiga tersangka serta mengamankan barang bukti seperti mesin jahit karung, 400 sak kosong merek Pupuk Kaltim, 500 sak kosong merek Kujang, 1.534 ton pupuk bersubsidi, 350 ton pupuk oper sak di gudang milik A Lung, 1.500 ton Pupuk Kaltim yang sudah dioper sak, 34 ton pupuk dari Lumajang dan barang bukti lainnya.

Usaha ilegal yang dilakukan A Lung diperkirakan beroperasi sekitar 5 tahun. Pupuk bersubsidi yang harga pasarannya sebesar Rp 1.600 per kg, dijual lagi dimasukkan ke dalam karung cap Kujang seharga Rp 3.640 per kg. "Selama bulan Januari 2010 sampai September, sudah mengoper sak sebanyak 10.000 ton," tuturnya.

Jika dihitung keuntungan dari selisih harga sekitar Rp 2.000 per kg, mendapatkan keuntungan sebesar Rp 20 miliar. Jika dikalikan selama 5 tahun, sekitar Rp 100 miliar.

Jika orang menjadi baik karena mereka takut mendapat hukuman atau mengharapkan hadiah, maka meraka berada dalam penyesalan yang besar.
Albert Einstein