Potret Kolombia Perangi Narkoba

Potret Kolombia Perangi Narkoba

Tujuan utama kampanye secara resmi telah diluncurkan oleh mantan Presiden, Alvaro Uribe Velez, bertujuan untuk mentransformasi gambaran sosial dan kultur dari gaya hidup yang mendukung penyalahgunaan narkoba.

wartapedia: Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia terus dikampanyekan, sasarannya adalah kalangan remaja yang selama ini diklaim sebagai pengguna terbesar Narkoba di Negeri ini. Kasus penyelundupan Narkotika berbagai jenis masih terus saja berlangsung.

Sementara, pengungkapan kasus Produsen Narkoba juga masih marak. Ya....Satu dasawarsa yang lalu, Indonesia dikenal sebagai wilayah transit Narkoba. Namun kini Indonesia sudah dinobatkan sebagai produsen barang terlarang di Asia Tenggara.

Pengungkapan jaringan Narkoba Internasional memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab semua pihak harus bahu membahu dalam menangani kasus ini. Indonesia patut meniru gebrakan yang dilakukan oleh pemerintah Kolombia.

Selama ini, Kolombia dikenal sebagai negara penghasil obat-obatan dan pemasok utama obat-obatan ke pasar internasional. Data terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat Kolombia mengkonsumsi jenis obat-obatan terlarang.

Menurut studi narkoba nasional terakhir yang dirilis pada tahun 2008 oleh Kementrian Perlindungan Sosial Kolombia [1], Direktorat Narkotika Nasional dan UNODC mengestimasi terdapat kurang lebih 540.000 orang dengan rentang usia 12-65 tahun pernah menggunakan jenis obat-obatan terlarang di tahun sebelumnya.

Dalam menangani kasus Narkoba, pihak berwenang menjadi lebih perhatian terhadap masalah ini terutama yang berkaitan dengan narkoba jenis berat seperti heroin dan kokain. Pemerintah Kolombia juga bekerjasama dengan UNODC bertekad membuat Kolombia menjadi “wilayah bebas narkoba”.

Baru-baru ini, pemerintah meresmikan kampanye tersebut di ibukota, Bogota, yang bertemakan “Kolombia, wilayah bebas narkoba”. Kampanye tersebut menggunakan media televisi, radio dan iklan online, yang disebarkan di sebagian besar perkotaan di negara tersebut.

Tujuan utama kampanye tersebut yang secara resmi telah diluncurkan oleh mantan Presiden, Alvaro Uribe Velez, bertujuan untuk mentransformasi gambaran sosial dan kultur dari gaya hidup yang mendukung penyalahgunaan narkoba.

Caranya kampanye juga terbilang kreatif. Yakni dengan penyebaran informasi yang bertujuan mempromosikan pilihan untuk hidup sehat pada kelompok yang dianggap sangat rentan.Sinergi pemerintah melalui kementerian Pendidikan Nasional Kolombia (The Ministry of National Education) dengan UNODC, menghasilkan strategi-strategi pencegahan melalui pendidikan

Kegiatan ini menghimbau masyarakat untuk memilih hidup sehat dan bebas narkoba pada konteks yang berbeda, baik di lingkungan sekolah dan di rumah baik untuk seluruh keluarga serta lingkungan tempat tinggal.

Hasilnya, jumlah relawan Anti Narkoba terus bertambah. Hingga saat ini, seratus anggota yang berasal dari masyarakat seperti kaum remaja, para siswa dan pejabat pemerintah telah bergabung pada kampanye tersebut dengan membubuhkan tanda tangan mereka di gambar peta negara yang menyatakan bahwa “Kolombia bebas narkoba”.

Perwakilan UNODC di Kolombia, Aldo Lale-Demoz, mengakui besarnya upaya pemerintah Kolombia dalam memerangi penyalahgunaan obat-obatan. “Kami memberikan ucapan selamat kepada pemerintah dalam rangka memimpin studi nasional berkaitan dengan obat-obatan, dimana hal tersebut belum pernah dilakukan 10 tahun terakhir" ujar Lale-Demoz pada saat peluncuran kampanye tersebut.[1]

Beberapa tahun yang lalu, sejumlah wilayah di Kolombia dikenal sebagai produsen dan pintu keluar sejumlah besar obat-obatan yang dipasok untuk pasar internasional. Sekarang, berkat upaya tersebut pengawasan makin diperketat  oleh militer dan polisi, jalan pengeksporan ditutup sebagian" tutur Sang Manajer Kampanye, Maria Mercedes Dueas,[1] (ard)


DAFTAR PUSTAKA: