KASUS IMIGRAN: Pangdam V Brawijaya Merasa Kecolongan Anggota Yang Terlibat

KASUS IMIGRAN: Pangdam V Brawijaya Merasa Kecolongan Anggota Yang Terlibat

SURABAYA - Pangdam V Brawijaya merasa kecolongan terhadap anggotanya yang terlibat dalam kasus penyelundupan manusia yang terjadi di Trenggalek beberapa waktu lalu.

Seperti yang diberitakan di media massa, adanya kejadian kapal tenggelam yang menewaskan puluhan imigran gelap beberapa waktu lalu di Trenggalek. Pasalnya, ada anggota TNI yang terlibat dalam menyeludupkan manusia waktu itu.

Namun, Pangdam Murdjito memberikan apresiasi terhadap pemberitaan di media massa yang selama ini dianggap positif dan berimbang.

"Saya berikam apresiasi positif kepada rekan media, terkait pemberitaan yang telah termuat di media massa selama ini, saya akui bahwa kita kecolongan, karena anggota TNI terlibat dalam penyelundupan imigran itu," tegas Murdjito, Selasa (14/2/2012)

Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito menyatakan lima oknum prajurit Kodam V/Brawijaya serta seorang PNS Kodim Tulungagung menjadi tersangka tenggelamnya sejumlah Imigran di Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, 17 Desember 2011 lalu.

"Kalau proses peradilan militer sudah selesai, maka sanksi administrasi pasti ada sampai pemecatan bila pidana yang diterima 3-4 bulan ke atas," tambah Murdjito.

Penanganan kasus itu, lanjut Murdjito, ditindaklanjuti setelah dirinya menerima surat pelimpahan perkara penyelundupan manusia terkait tenggelamnya kapal bermuatan imigran gelap dari Dandim 0807/Tulungagung pada 22 Desember 2011.

Surat Dandim itu berisi pelimpahan tiga oknum, yakni Peltu Susiali (BP Koramil 0807/12 Besuki, Kodim 0807/Tulungagung), Serka Khoirul Anam (Babinsa Koramil 0807/12 Besuki, Kodim 0807/Tulungagung), dan Kopka Karyadi (Babinsa Koramil 0807/12 Besuki, Kodim 0807/Tulungagung).

Pomdam V/Brawijaya juga terus melakukan pengembangan hingga akhirnya bertambah dua tersangka yakni Serda Kornelius (Babinsa Koramil 0817/04 Bluto, Kodim 0827/Sumenep) dan Serda Ilmun Abdul Said (Babinsa Koramil 0828/08 Sokabanah, Kodim 0828/Sampang).

"Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka sejak 31 Desember 2011 dan hingga kini ditahan di Denpom V/Brawijaya. Insya-Allah, minggu depan akan mulai diadili di Pengadilan Militer. Jadi prajurit itu tidak bisa seenaknya, siapa yang bersalah ya ditindak,"  ujarnya

Khusus untuk oknum PNS Budi Santoso dari Kodim Tulungagung, berkasnya sudah dilimpahkan ke Polda Jatim, karena Kodam V/Brawijaya tidak menangani kalangan sipil, meski kalangan sipil itu berasal dari internal Kodam V/Brawijaya.(aal/pr)

"Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.
M.Nazaruddin