Meninggal tak Wajar, Pelajar SMPN 3 Porong Sempat Mengeluh Sering Dihadang

Surabaya –Kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh Muhammad Albar Mahendra, yang dilaporkan ke Polda Jatim oleh Rita Mustahida (44) asal Jl. Gelam gang Rahayu Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jumat, 02 Maret 2018, sekitar pukul 09.30 Wib masih menyimpan misteri.

Cerita lain dari teman-teman dekat Albar diungkapkan, Rita. Selain dirinya kerap dihadang oleh sekelompok orang di jalan saat pulang sekolah, salah satunya ialah tentang cinta di tolak. Namun demikian, setiap kali ditanya, Albar selalu menjawab tidak apa-apa.

Baca juga : Ditemukan ada Luka Bacok, Ibu ini Laporkan Kematian Anaknya ke Polda Jatim

“Iya, saya sempat sholat Istikhoroh minta petunjuk sama Allah dan dia datang sama almarhum ibu saya, terus saya tanya memang yang menganiaya kamu itu anak empat, iya, merinding, sudah usaha tanya-tanya ke guru, BK mencari keterangan kesana kesini. Saya kumpulkan terus akhirnya saya menguatkan hati untuk berangkat kesini, melaporan ke Polda Jatim,” terang Rita.

Sebelum akhirnya meninggal, pada saat kejadian Albar juga sempat menghubungi temannya untuk meminta tolong. Diperkirakan Albar meminta tolong melalui telepon, karena dilihat dari chatting tidak ditemukan komunikasi soal permintaan tolong.

“Ini kan menurut cerita anak yang dikirimi yang dipanggil tadi. ‘Aku tolongono,’ (tolong aku) terus si teman menjawab ‘posisimu ndek endi, entenono.’ (posisimu dimana, tunggu) setelah itu dia jawab, wassalam gitu aja,” jelas Rita menceritakan.

Sayangnya, ketika hendak ditanya posisi Albar dimana, telepon terputus, sehingga teman Albar tidak dapat mengetahui lokasi Albar. Semua cerita itu menurut Rita, didapatkan dari teman-teman ALbar yang datang pada saat melayat.

“Kan pada waktu melayat, kan yang ini cerita, yang ini cerita, yang ini cerita. terus saya kumpulkan aja saya dengarkan, terus pergi ke rumah teman-teman dekatnya itu untuk gimana sih, ada nggak musuhnya. apa yang menyebabkan dia begini, mulai teman SD sampai SMP, guru, BK, wali kelas, sudah saya datangi semua,” pungkas Rita.

Namun demikian, dari sekian banyak orang yang didatangi, belum ada satu pun yang berani memastikan tentang kejadian yang sebenarnya. Hingga akhirnya Rita bertekad untuk melaporkan kejanggalan-kejanggalan yang dicurigai olehnya ke Polda Jatim.(asb)