Membanggakan, Anak Sopir Truck Ini Jadi Polwan Di Malang

Bripda Alifia Nur Setyowati, anggota Satlantas Polres Malang.

Wartapedia, Malang. Menjadi seorang anggota aparat negara adalah termasuk salah satu cita-cita yang paling banyak diinginkan oleh kebanyakan orang. Seperti halnya menjadi seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tidak semua orang secara serta merta untuk bisa masuk dalam Korps berseragam cokelat itu.

Alifia Nur Setyowati, dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi berikutnya untuk mewujudkan cita-cita. Wanita 21 tahun ini akhirnya berhasil bergabung dan menjadi anggota Polri sejak tahun 2014 lalu. Dengan serangkaian tes dan ujian yang diberikan, anak seorang sopir truck ini akhirnya berhasil lolos tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

“Dari kecil saya memang bercita-cita menjadi Polwan, karena saya ingin mengangkat derajat orang tua, dan saya bisa membuktikan kalau anak sopir bisa menjadi Polwan,” ungkap Alifia Nur Setyowati.

Dalam wujud cita-citanya, alumni SMAN 1 Turen, Malang mengatakan bahwa meskipun dirinya hanya anak seorang sopir truck, tidak pernah berkecil hati untuk terus berprestasi. Bahkan menurutnya, kedua orang tua adalah inspirasi baginya untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, Alif sangat bangga ayah dan ibunya.

Pada saat pembukaan pendaftaran Polwan pada 2014 lalu, Alif mencoba mendaftar diri, sehingga akhirnya diterima. Dara kelahiran 11 September 1996 ini, terdaftar sebagai anggota Polri berpangkat Bripda dan berdinas di Satuan Lalu Lintas Polres Malang. Dia menuturkan, terwujudnya cita-cita untuk menjadi Polwan, juga tidak lepas dari dorongan kedua orang tua.

“Sebetulnya dulu saya juga berkeinginan menjadi psikolog. Bahkan saya juga sudah diterima di Poltekes Malang D3 Keperawatan melalui jalur undangan. Tetapi karena takut biaya tidak cukup, akhirnya memberanikan diri mendaftar Polwan, dan akhirnya diterima,” tuturnya.

Dari mendaftar hingga diterima menjadi Polwan, ada satu cerita yang tidak bisa dilupakannya sampai sekarang. Alif sapaan akrabnya ini, mengaku sampai sekarang masih teringat dengan ucapan ayahnya begitu lolos pantukhir. Satu kalimat yang selalu terngiang dan kerap membuat Alif menitihkan air mata setiap kali mengingatnya adalah ‘Alhamdulillah anak sopir jadi Polwan’.

Dengan tugasnya sebagai anggota Satlantas Polres Malang, Alif tidak segan untuk turun ke jalan mengatur lalu lintas. Tidak merasa malu ataupun canggung, bahkan ia mengaku sangat bangga karena bisa membantu mengatur arus lalu lintas supaya tetap lancar. Sesuai dengan perintah dan arahan pimpinan, Alif kian bangga menjadi seorang Polwan.

Alif mengutarakan, ditengah kebijakan sebagai penegak hukum, dirinya di tuntut untuk selalu tegas dalam mengambil tindakan, terutama bagi seorang pelanggar lalu lintas. Namun demikian, Alif tidak mau secara serta merta asal tilang karena lebih mengutamakan tindakan preventif dan preemtif, lantaran dia juga sering teringat dengan ayahnya yang seorang sopir.

“Ketika ada yang melanggar, saya akan menegur dan memberikan sosialisasi atau pengertian kepada pengendara. Sebab terjadinya kecelakaan karena pengendara yang tidak tertib dan melanggar peraturan lalu lintas. Soal ayah, alhamdulillah beliau orangnya tertib berlalu lintas dan selalu mematuhi peraturan yang ada,” tandasnya.(asb)