Maut Dibalik Tambang Batu Kapur Tuban

Tuban – Tambang batu kapur yang ada di wilayah Desa Leranwetan, Kecamatan Palang, Kabupate Tuban longsor pada sekitar pukul 10.00 wib, Jumat (12/1).

Tidak ada dalam korban jiwa dalam insiden maut tersebut. Namun sebuah kandang ternak dan perabotan lainnya rusak berat. Hingga kini, petugas masih melakukan proses evakuasi dan pemberian garis polisi. Baik lokasi tambang kras tersebut masih dijaga polisi, sebab sebagian warga masih mendekat untuk melihat kondisi longsor.

Adanya longsor ini sangat membahayakan. Gunung kapur setiap hari dikeroposi oleh garukn alat potong batu kapur. Lahan yang semakin hari terus merongga itu semakin mengancam nyawa saja. Bahkan, gunung yang nampak seperti goa buatan itu tanpa disertai penyangga atau alat tumpu. Kondisi diperparah dengan adanya hujan yang intens terjadi.

“Diduga karena lokasi tambang tidak ada penyangga dan diperparah dengan hujan dan kondisi jalan kendaraan pengangkut batu kumbung/kapur ada di sekitar lokasi. Tidak ada korban jiwa,” jelas Kasubbag Humas Polres Tuban, Iptu Agus EP.

Dari data Dasar Laporan Polisi No.LP/03/I/2018/Jatim/Res Tuban/Sek Palang, lahan tersebut milik Sukardi, Reban, Darminto, Rujianto dan Agus. Seluruhnya warga Dusun Karangdowo, Desa Leranwetan kecamatan setempat.

“Sebagain lahan sudah tidak aktif dan sebagian lagi masih aktif. Bertepatan saat hari itu pekerja libur, sehingga saat terjadi longsor tidak ada pekerjanya,” imbuhnya.

Kondisi ini sangat memperihatinkan. Sebelumnya sudah banyak kasus kecelakaan kerja terjadi pada proses tambang batu kapur. Seperti terjatuh dari tebing, longsor, kejatuhan batu hingga kecelakaan akibat peralatan tambang yang kurang diperhatikan. (Afi)