Marak Penipuan, Autamaras Travel Gelar Seminar Umroh Aman, Mudah dan Barokah

Surabaya – Perjalanan beribadah umroh semakin diminati masyarakat. Lamanya waktu tunggu ibadah haji menjadikan masyarakat memilih alternatif ibadah umroh untuk pergi ke Tanah Suci.

Negara Indonesia sendiri bahkan tercatat sebagai pengirim jamaah umroh terbesar kedua di dunia setelah Pakistan.

Direktur Operasional PT Amijaya Prakarsa (Autamaras Travel Haji dan Umroh) HM Chandra Solehan mengakui bahwa besarnya jumlah jamaah umroh tersebut menjadi pasar yang empuk bagi pengusaha biro perjalanan wisata.

Kini di Indonesia menjamur bisnis travel umroh yang menawarkan berbagai fasilitas dalam beragam harga.

”Sayangnya, pertumbuhan bisnis travel umroh ini juga diikuti dengan adanya oknum yang berusaha mencari keuntungan dengan cara tidak terpuji, sehingga ada jamaah yang gagal berangkat alias tertipu,” ujarnya.

Chandra juga menyarankan jamaah untuk berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umroh. Pilih yang benar-benar sudah teruji, amanah, dan mengutamakan kemudahan bagi para jamaah.

“Dan jangan lupakan, pilihlah agen perjalanan yang tidak mempunyai catatan gagal memberangkatkan jamaah,” ujar Chandra.

Sejak berdiri pada 1989, Autamaras Travel telah memberangkatkan hingga puluhan ribu jamaah.

Autamaras, sambung Chandra, kini sedang gencar melakukan edukasi kepada nasabah tentang cara berumroh yang aman dan berkah.

Jadwal terbaru edukasi jamaah ini dilaksanakan pada hari Minggu (25/3/2018) besok di Graha Kadin Jawa Timur, kawasan Bukit Darmo, Surabaya. Bulan lalu, edukasi serupa digelar di Kota Bandung, Jawa Barat.

Chandra menambahkan, Autamaras juga memberi pilihan pembiayaan yang memudahkan jamaah. Untuk yang belum memiliki uang saat ini, tidak perlu memberikan uang muka.

Jamaah cukup berkomitmen untuk menyelesaikan pembayaran dalam kurun waktu yang telah disepakati.

”Kemudahan pembiayaan tersebut di-cover oleh perusahaan pembiayaan syariah terkemuka, yaitu FIF Group lewat program Amitra dan Al-Ijarah Finance dalam program Alif,” ujar Chandra.

Model pembiayaan cicilan berprinsip syariah tersebut diperbolehkan oleh agama sesuai fatwa Dewan Syariah nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2002.

Selain itu, model pembiayaan ini aman karena lembaga-lembaga pemberi dana terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

”Intinya kami ingin memberikan layanan beribadah yang aman dan berkah. Autamaras juga tidak hanya ingin cari untung saja, kami juga rutin memberi edukasi agar ibadah jamaah semakin berkah. Tujuannya kita semua menjadi pribadi yang jauh lebih baik setelah berkunjung ke rumah Allah,” papar Chandra. (*)