Manipulasi Data Penumpang, Begini Cara Kerja Driver Grab Fiktif

Surabaya – Sementara kelompok lain yang juga telah diungkap oleh Sat Reskrim Polrestabes Surabaya dengan kasus yang sama adalah BS, (36) Surabaya; GC, (27) Surabaya; RF, (26) Surabaya; LM, (26) Sidoarjo; RR, (26) Surabaya; RN, (30) Surabaya; dan RJ, (30) Surabaya.

Terungkapnya kelompok kedua yang menamakan diri sebagai Group Setel Kendo ini, bermula pada saat para tersangka yang bernama, yakni RF, RN, RR, BS, GC, LM, dan RJ tengah berkumpul disebuah warung di Jl. Anjasmoro, Senin, 26 Maret 2018 sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga : Polrestabes Surabaya Ungkap Sindikat Manipulasi Data Taksi Online

Para tersangka ini, juga membuat Group Whatsapp yang juga bernama Setel Kendo yang merupakan kelompok komunitas Grab fiktif. Para pelaku ditangkap, seusai mereka melakukan pemutaran 16 HP penumpang, yang mereka sebut ‘Pelor’.

“Tujuannya supaya perusahaan taksi online tidak mencurigai, apabila 16 HP tersebut dibuat untuk membuat order fiktif,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Rudi Setiawan, saat merilis para pelaku, Senin,(02/04/2018).

Diketahui, aksi manipulasi data penumpang oleh kelompok Setel Kendo ini, dikoordinatori oleh RN. Kelompok Setel Kendo dibuat oleh para pelaku mulai sekitar 2 bulan yang lalu, yang mana rata-rata para pelaku melakukan pekerjaan sebagai Grab fiktif mulai awal bulan Februari 2018.

Rata-rata pelaku menggunakan akun sebanyak 4 sampai 10 akun yang dibelinya dengan harga rata-rata Rp. 100 ribu hingga Rp. 500 ribu. Dari hasil manipulasi data ini, pelaku dapat meraup keuntungan sekitar Rp. 2 juta sampai dengan Rp. 18 Juta.

“Setelah melakukan pemutaran ‘Pelor’ (HP penumpang, red) sebanyak 16 unit perorang, maka para pelaku melakukan drive Grab fiktif. Keseluruhan akun yang digunakan adalah fiktif,” pungkas Rudi.(asb)