SAVE BRANTAS : Kapal Gelar Ekspedisi Laksamana Nala Clean Up Brantas

SAVE BRANTAS : Kapal Gelar Ekspedisi Laksamana Nala Clean Up Brantas

MOJOKERTO - Kenduri Agung Pengabdii Lingkungan (Kapal Jatim) pada hari Sabtu (5/5) lalu menggelar Ekspedisi Laksamana Nala Clean Up Brantas dan Pengukuhan Kartini Pengabdi Lingkungan di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto

"Kali Brantas ini harus bersih dari sampah-sampah dan jangan sampai kotor. Oleh sebab itu kepada semua elemen masyarakat untuk menjaga Kali Brantas" Ujar Gubernur Jatim, Soekarwo yang turut hadir dalam acara tersebut.

“Khususnya pengusaha-pengusaha yang pabriknya dilalui Kali Brantas ini, jangan sampai limbah pabriknya dibuang ke Kali Brantas,” harap gubernur, Seperti dilansir laman kominfo jatim.

Jika Kali Brantas ini kotor menurut pakde kehidupan di dalam kali seperti ikan, jlantrung, ganggang akan menjadi kotor pula sehingga yang rugi kita semua. Masyarakat akan menjadi kurang sehat dan anak-anak kita juga akan terganggu pertumbuhannya

“Kali Brantas harus bersih agar anak-anak kita menjadi sehat dan cerdas,” pintanya.

“Masalah lingkungan hidup jangan sampai diremehkan. Ini harus menjadi prioritas untuk dikerjakan dan jangan ditunda-tunda lagi,” tegasnya.

Sebab di dunia saat ini lanjut pakde berbagai permasalahan itu penting seperti HAM dan demokrasi, tapi yang lebih penting adalah lingkungan hidup. Ini artinya, lingkungan hidup itu mencakup keseluruhan dari kehidupan di dunia ini.

Selain itu agar Kali Brantas tetap mengalir dengan deras dan jernih, maka  sumber air yang dulu 111 dan saat ini menjadi 57, pakde meminta kepada masyarakat untuk bener-bener menjaganya. “Pohon-pohon besar jangan sampai ditebangi. Mari kita ciptakan kedamaian terutama damai sama alam,” tutur gubernur.

Dikatakannya, untuk melindungi Kali Brantas dari pencemaran ternyata tidak cukup dilakukan kita sendiri. Tapi harus bekerjasama dengan pemerintah daerah sepanjang aliran Sungai Brantas.

Dalam acara itu Bude Karwo juga mengukuhkan Kartini Pengabdi Lingkungan dari 38 kabupaten/kota se Jatim. Usai acara Pakde di dampingi Bude Karwo menyusuri Kali Brantas sambil membersihkan sampah-sampah. Usai menyusuri Kali Brantas Pakde Menanam pohon di bantaran Kali Brantas. (c8/lik)

"Suatu masyarakat paling primitif pun, misalnya di jantung Afrika sana, tak pernah duduk di bangku sekolah, tak pernah melihat kitab dalam hidupnya, tak kenal baca-tulis, masih dapat mencintai sastra, walau sastra lisan."
Magda Peters