Sampah Jakarta : Dinas Kebersihan Bentuk Instansi Pengelolaan Sampah

Sampah Jakarta : Dinas Kebersihan Bentuk Instansi Pengelolaan Sampah

Institusi ini selain berfungsi mengatasi masalah sampah, juga melakukan pengawasan di lingkungan


JAKARTA - Untuk mengatasi masalah sampah yang sudah mencapai 6.500 ton per hari, Dinas Kebersihan DKI membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap persoalan tersebut.

"Karena itu, dalam waktu dekat akan dibentuk institusi pengolah sampah di setiap kelurahan dengan ujung tombak masing-masing RW dipemukiman, kata Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI, Unu Nurdin, dikantornya,Seperti dilansir laman Kominfo.

Institusi inilah yang nantinya akan bekerja, mengawasi dan membersihkan sampah. Bagi yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai dengan Perda DKI Nomor 5 tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan di Wilayah DKI Jakarta.

Institusi ini berada di tingkat kelurahan, yang khusus menangani masalah sampah. Seluruh personilnya adalah dari unsur masyarakat setempat. Bentuknya bisa berupa koperasi, paguyuban atau LSM dan sebagainya, yang penting, institusi ini tugasnya khusus mengatasi masalah sampah.

Jika ada warga yang membuang sampah sembarangan maka dapat dilaporkan ke unit terkait, dalam hal ini Dinas Kebersihan DKI. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menggerakkan seluruh potensi masyarakat yang ada.

Sebagai dasar acuan pembentukan institusi ini adalah Permendagri Nomor 33 tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah. Diharapkan akan tercipta suatu koordinasi yang baik antara institusi tersebut dengan lembaga terkait.

Dalam institusi ini, peranan pengurus RW akan menjadi ujung tombaknya, sebab merekalah yang tahu persis kondisi di wilayahnya masing-masing. Nantinya, kinerja institusi ini juga akan didukung penuh oleh pihak pemerintah.

"Institusi ini juga dapat mengolah sampah menjadi kompos maupun melakukan 3R yakni Reuse (menggunakan kembali), Reduce(mengurangi), dan Recycle (mendaur ulang)", katanya.

Untuk memulai pembentukan insitusi tersebut, RW 17 Kelurahan Durensawit, Jakarta Timur, akan dijadikan salah satu embrionya.

Sebagai langkah awal, seluruh petugas kebersihan di wilayahtersebut yang mencapai 35 orang ini diajak bersafari ke RW lain di Jakarta Timur yang telah berhasil mengolah sampah menjadi sesuatuyang bermanfaat dan bernilai ekonomis, antara lain ke RW 13 Cipinang melayu, RW 04 Cipinang dan sejumlah RW unggulan lainnya.

Ketua RW 17 Kelurahan Durensawit, Yudi WH, menyambut baik rencana pembentukan institusi sampah tersebut. Terlebih RW yang dipimpinnya itu menjadi salah satu embrio untuk pembentukan institusi tersebut.

"Selama ini kinerja petugas kebersihan kami juga telah maksimal.Setelah ditangani secara serius, kini sampah yang dibuang ke TPA Bantargebang volumenya berkurang hingga 50 persen", katanya.

"Jika sebelumnya sampah yang dibuang ke TPA itu mencapai 1 truk besar atau 24 kubik, kini tinggal separuhnya, itu pun yang dibuang tinggal residu atau sisanya saja. Tentu ini sangat membantu program Pemprov DKI dalam mengatasi sampah", katanya menambahkan.(c8/lik)

"Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.
M.Nazaruddin