Gresik Tuan Rumah Puncak Hari Lingkungan Hidup 2013

Gresik Tuan Rumah Puncak Hari Lingkungan Hidup 2013

SURABAYA - Kabupaten Gresik dipilih menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2013 di Jawa Timur

Hal ini terkait dengan suksesnya Gresik menerima penghargaan Adipura selama delapan kali dan juga Piala Adiwiyata dan trofi Kalpataru.

Rencananya, kegiatan tersebut dipusatkan di lapangan mini segunting komplek PT. Semen Indonesia di belakang Wisma Achmad Yani Jl. Veteran – Kab. Gresik.

"Kegiatan yang recananya dilaksanakan pada 5 Juli mendatang dihadiri langsung Gubenur Jatim, Soekarwo dan 36 bupati penerima Adipura" Ujar Kepala Bidang Komunikasi Lingkungan dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat BLH Jatim, Huda Haripancoro, Rabu (19/6), seperti dilansir laman kominfo jatim.

Ia menargetkan, peserta yang hadir dalam puncak peringatan itu sekitar ± 3.000 orang terdiri dari unsur Muspida, Dinas/Instansi terkait tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sekolah Adiwiyata, kader lingkungan, peserta kemah hijau, pemerhati lingkungan, LSM, Tokoh Masyarakat, ulama dan masyarakat.

Untuk mensemarakkan peringatan, BLH juga akan menyelenggarakan berbagai kegiatan di antaranya, pameran lingkungan dan basar murah dilaksanakan tanggal 2-5 Juli, kemah hijau yang diikuti oleh 500 peserta dari unsur pelajar SMP dan SMA dari Sekolah Adiwiyata se Jawa Timur, sarasehan, dan workshop lingkungan, serasehan sekolah Adiwiyata, serasehan desa berseri, serasehan penerima Kalpataru, uji emisi kendaraan bermotor, diterminal Bunder Gresik 2 Juli dan sejumlah kegiatan lainnya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, mengusung tema “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”, tema ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan sumber daya alam termasuk penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta pemanfaatan bahan makanan secara bijak. (c8/lik)

"Saya lebih menyukai rasionalisme daripada ateisme. Masalah mengenai Tuhan dan objek-objek kepercayaan lainnya tidak dapat dijelaskan dan tidak berperan dalam rasionalisme, oleh karena itu Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan menyerang (suatu pandangan) atau bertahan (dari serangan pihak lain)."
Isaac Asimov