Wednesday, 08 May 2013 14:00
SURABAYA - Dalam kampanye Ride for Orangutan yang akan diadakan hingga akhir Mei 2013, Aktivis ProFauna meminta pemerintah untuk menegakan hukum yang melindungi habitat orangutan dan juga satwa liar lainnya.
Habitat penting untuk orangutan seharusnya tidak dibuka untuk perkebunan sawit atau hutan tanaman industri, karena hal itu sama saja dengan memusnahkan orangutan secara perlahan tapi sistematis.
"ProFauna menuntut ada sanksi hukum yang tegas terhadap perusahaan yang merusak hutan dan juga pelaku perdagangan orangutan, tanpa penegakan hukum yang kuat maka masa depan orangutan akan semakin buram" Kata Chairman ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid yang juga salah satu pengendara dalam tim Ride for Orangutan, Selasa (7/5)
Dalam kampanye Ride for Orangutan, tim ProFauna melakukan program edukasi ke sekolah dan kampus yang ada di Sumatera tentang perlindungan orangutan dan habitatnya.
Tim yang berangkat dari Kota Malang sejak April lalu telah melakukan kampanye penyadaran masyarakat di pusat-pusat keramaian dengan melibatkan komunitas lokal. Selain itu ProFauna juga berkunjung ke habitat orangutan di alam dan tempat karantina orangutan yang dikelola oleh Program Konservasi Orangutan Sumatra di Sibolangit Sumatera Utara.
Orangutan adalah satwa dilindungi yang tidak boleh diperdagangkan dan dipelihara sebagai satwa peliharaan (pet animal). Menurut UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan orangutan bisa dikenakan sanksi hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
Meskipun sudah dilindungi, perdagangan orangutan masih terjadi. Rendahnya kesadaran masyarakat dan lemahnya penegakan hukum menjadi pemicu masih maraknya perdagangan orangutan dan perusakan hutan yang menjadi habitat orangutan.
Untuk diketahui, ProFauna sebuah organisasi perlindungan satwa liar meluncurkan kampanye "Ride for Orangutan 2013" untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian orangutan Sumatera dan habitatnya. (c8/lik)
Page 8 of 453
![]() |
![]() |
| FOTO: 30 Tahun Volkswagen Club Surabaya |
"Saya lebih menyukai rasionalisme daripada ateisme. Masalah mengenai Tuhan dan objek-objek kepercayaan lainnya tidak dapat dijelaskan dan tidak berperan dalam rasionalisme, oleh karena itu Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan menyerang (suatu pandangan) atau bertahan (dari serangan pihak lain)."
Isaac Asimov