Pipa NHM Bocor : Limbah Cemari Sungai dan Kebun Warga

Pipa NHM Bocor : Limbah Cemari Sungai dan Kebun Warga

Perubahan fisik dan kimia pada sungai kobok Kali Kobok, Kab. Halmahera Utara. ini diakibatkan oleh limbah bahan berbahaya dan beracun milik PT. NHM

TERNATE - Sungai Kobok tiba-tiba tercemar oleh limbah B3 PT. NHM. Pencemaran ini mengakibatkan produkivitas petani disarming kali tersebut menurun, dan selalu dihantui terpapar bahan berbahaya dan beracun.

Sehingga banyak anak-anak mereka yang putus sekolah karena berkurangnya produktivitas berkebun ini. Kejadiannya bermula ketika Kamis, 3 Febuari 2011 malam, telah terjadi kebocoran pipa tailing (limbah) PT. NHM, yang baru ditemukan pada hari Jumat pagi pukul 09.00 WIT.

Diperkirakan akibat kejadian ini PT. NHM telah membuang material limbah sebanyak 361 ton, melalui Kali Sambiki, dan bermuara ke Kali Kobok, Kab. Halmahera Utara.

Masyarakat desa Balisosang yang mengecek ke Kali Kobok membenarkan kebocoran pipa taliling PT. NHM. Hal ini terlihat ketika ikan dan kepiting dalam  jumlah banyak mati dan terapung di Kali Kobok akibat limbah PT. NHM.

Berdasarkan catatan Walhi Maluku Utara, Kali Kobok telah tercemar sejak tahun 2000 akibat penambangan. Sebelumnya air kali ini dikosumsi masyarakat untuk minum, mandi. Namun sudah dua tahun terakhir air kali ini tidak lagi. Warga merasa Kali Kobok mengeluarkan bau sangat menyengatkan seperti bau aki, dan berminyak.

Sebelumnya pipa NHM juga bocor pada Maret 2010  dan menghanyutkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ke sungai.

Atas kelalain ini, maka berdasarkan undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolahan Lingkungan Hidup, maka PT. NHM telah malakukan tindak pidana berdasarkan  pasal 98 ayat (1) yang melarang pembuangan limbah melebihi baku mutu.

Selain itu pula asas keterbukaan informasi tidak sama sekali dilaksanakan oleh PT. NHM padahal jika terjadinya kebocoran pipa tailing maka PT. NHM sudah serausnya menginformasikan ini kepada publik sesuai dengan pasal 35. PP Nomor 74 tahun 2001.

Walhi Maluku Utara mendesak sesegara mungkin ada penjelasan ke publik akibat kebocoran pipa tailing, dan Balai Lingkungan Hidup propinsi Maluku Utara melakukan penyelidikan yang transparan dan melibatkan warga dan  pemantau indendependen.c9/walhi

"Kita harus hidup bersama sebagai saudara atau musnah bersama sebagai orang bodoh"
Martin Luther King