Lakukan Penjualan Gunakan DO Fiktif, Dua Pegawai PT. Wonokoyo Jaya Diadili

Surabaya – Dua salesman perusahan bibit dan pakan ternak PT.Wonokoyo Jaya Corp, yaitu Danang Prihananto (38) yang tinggal di jalan Rungkut Harapan blok I / 4 Surabaya dan Faizal Diwangkoro Timur (36) asal Patrang Perum Bumi Tegal Besar blok A no 17 Kaliwates Jember, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri,Surabaya, Senin (28/5)

Pasalnya, dua terdakwa tersebut diduga telah mendirikan perusahaan atas nama orang lain guna kepentingan pribadi.

Selain itu,kedua terdakwa juga melakukan kerjasama tipu daya berupa penjualan bibit dan pakan ternak tanpa di sertai DO (delivery order) kepada Agus Wahyudi yang saat ini statusnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak Polda Jatim.

Persidangan yang digelar dengan agenda kesaksian, diawali oleh Suliyono yang dihadirkan oleh Rakhmad Hari Basuki selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Dalam keterangannya, saksi mengakui bahwa dirinya sejak tahun 2016 sebagai karyawan terdakwa, di samping itu terdakwa pernah meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) saksi.

“Saya lupa kapan waktunya Yang Mulia dan saya pun juga tidak mengetahui kalau kartu tanda penduduk (KTP) nya dibuat mendirikan CV serta alamat rumah saya sebagai kantor CV tersebut,” ucap saksi.

Dalam menyampaikan keterangannya, saksi juga mengakui bahwa kantor yang beralamatkan dirumahnya tidak pernah ada pekerjaan atau transaksi penjualan pakan ternak.

Di kesempatan berikutnya, kedua terdakwa meski statusnya sebagai terdakwa tanpa memakai baju (rompi) tahanan, diberi kesempatan oleh Dede Suryaman selaku Majelis Hakim terkait keterangan saksi dan kedua terdakwa pun membenarkan keterangan saksi.

Ditempat terpisah, Rakhmad Hari Basuki (JPU) saat di konfirmasi terkait kedua terdakwa tidak menggunakan baju tahanan, menyampaikan bahwa meski tanpa didampingi Penasehat Hukumnya, terdakwa telah mengajukan penangguhan tahanan, ucapnya singkat.

“Kedua terdakwa telah mengajukan penangguhan penahanan.” ucap Jaksa Rakhmad

Perlu diketahui sebelumnya bahwa perkara ini berawal kedua terdakwa selaku salesman PT Wonokoyo Jaya Corp, telah bekerjasama dengan salah satu pelanggan yaitu Agus Wahyudi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sebelumnya Agus Wahyudi telah di blacklist oleh PT. Wonokoyo Jaya Corp karena menunggak pembayaran.

Atas kecerdikan kedua terdakwa Agus Wahyudi masih bisa menerima barang berupa bibit dan pakan ternak meski namanya tercantum daftar hitam ( blacklist).

Adapun siasat yang dilakukan kedua terdakwa berupa, Faisal selaku Kasi penjualan Jatim IV area Jember menyadari kuota penjualan area tersebut habis dan di blacklist namun, ia masih bersedia atau menyanggupi pesanan Agus Wahyudi maka Faisal menghubungi Danang, Kasi penjualan Jatim I area Malang untuk melakukan order menggunakan kuota area Malang.

Atas kesepakatan tersebut akhirnya, kedua terdakwa melakukan jatah penjualan area Malang dengan atas nama Demang Karebet melakukan pemesanan sebanyak 5 kali berupa, PR 1 seberat 8 ton, KLS Platinum seberat 8 ton dan PP3 seberat 24 ton dengan total kerugian sebesar 241.800 juta dan Mitra Makmur Sejati melakukan pemesanan 17 kali berupa, BR 1 seberat 120 ton, KLS Platinum 24 ton, PP 3 24 ton dengan total kerugian sebesar 832.962 juta serta Pipit Farm melakukan pemesanan sebanyak 23 kali berupa,BR 1 seberat 27 ton, KLS Platinum 1 ton,PP3 144 ton dan KIPP 333 seberat 500 kg dengan total kerugian 1 milyar.

Melalui proses administrasi PT.Wonokoyo Jaya Corp, maka diketahuilah adanya delivery order (DO ) fiktif dan barang terkirim tidak sesuai yang tertera pada delivery order (DO), melainkan dikirim kepada Agus Wahyudi di Jember.

Kerugian PT Wonokoyo Jaya Corps kian tampak hingga, mencapai hingga Rp 2.169.900 milyar karena Agus Wahyudi tidak menyetorkan uang hasil penjualan.

Atas perbuatannya kedua terdakwa sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHP juncto pasal 55 ayat ( 1) ke – 1 KUHP juncto Pasal 66 ayat (1) KUHP. (son)