Lagi, tindakan tegas terukur dilakukan, Satreskrim Polrestabes Surabaya tembak mati bandit jalanan

Kombes Pol Mohammad Iqbal, AKBP Leonard Sinambela, Kompol Lily Dja'far dan sejumlah anggota lain saat melihat kondisi mayat pelaku Curas di kamar mayat RS Dr. Soetomo.

Wartapedia, Surabaya. Lagi-lagi bandit jalanan harus meregang nyawa setelah menikmati panasnya peluru yang dimuntahkan dari pistol Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Kota Besar (Satreskrim Polrestabes) Surabaya.

Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, secara terstruktur, tindak tegas terukur terpaksa diambil lantaran dua orang bandit, yakni pelaku Pencurian dengan Kekerasan (Curas) berusaha melawan petugas saat hendak dilakukan penangkapan menggunakan senjata tajam.

Kedua pelaku Curas itu sendiri adalah Rusli (37) warga Sukomanunggal, Surabaya dan Muzem (25) warga Tambaksari, Surabaya. Keduanya merupakan residivis yang sudah berulang kali keluar masuk penjara dengan deretan kasus yang sama di sejumlah lokasi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal mengatakan, sebelumnya pelaku terdeteksi melakukan aksinya mencuri kendaraan bermotor di wilayah Sidoarjo. Dari informasi yang di himpun anggota, rencananya motor hasil curiannya itu akan dijual ke wilayah Madura.

Tak butuh waktu lama, ketika kedua pelaku melintas di Jl. Dharma Husada, dan diketahui sesuai dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi, petugas menghadangnya. Sayangnya, pada saat dapat di hadang, kedua pelaku berpura-pura menyerahkan diri.

Namun ketika hendak dilakukan penahanan, pada saat itu pula salah satu pelaku mengeluarkan sebuah celurit dari balik pakaian yang dikenakan. Selanjutnya pelaku berupaya menyerang petugas dengan celurit tersebut. Beruntung anggota dapat menghindar dan memberikan tembakan peringatan.

“Tadinya kita akan melumpuhkan dan menangkap hidup-hidup, tetapi ketika anggota kami melakukan penghadangan terhadap dua orang pelaku yang sedang berboncengan, malah mereka melakukan perlawanan,” jelasnya, Selasa (26/9/2017).

Rupanya pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan itu, dan mereka tetap berupaya menyerang. Petugas pun akhirnya terpaksa mengarahkan tembakan ke tubuh kedua pelaku hingga akhirnya mereka terkapar. Menurut Iqbal, hal ini, sudah merupakan tindakan yang mengancam nyawa petugas.

“Ini adalah SOP, ketika pelaku mengancam nyawa petugas, dan atau mengancam nyawa masyarakat lainnya, kita akan lakukan tindakan tegas. Walaupun sampai meninggal dunia,” tegas Iqbal.

Sementara itu, dalam kasus ini sendiri, lanjut Iqbal, Kepolisian mencatat salah seorang yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) ternyata adalah salah satu dari pelaku yang tewas tersebut. Rupanya keduanya adalah salah satu dari kelompok penjahat Curas yang meresahkan masyarakat.

“Ada beberapa yang kita tahan, yang dua ini memang hampir satu bulan melakukan pengejaran terhadap dua orang ini. Dan dua orang ini masuk kategori penjahat raja tega,” lanjutnya.

Di hadapan sejumlah media massa, Iqbal mengungkapkan, bahwa dari komplotan ini, masih ada orang lain yang sedang diburu. Sementara data yang ada berdasarkan Laporan Polisi (LP), pelaku menjalankan aksinya di 4 Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dengan modus memepet korban dan tak segan melukainya.

“Ini pelaku curanmor dengan modus pepet motor, merampas. Dia melakukan pencurian dengan bermotor dengan sangat keras. Kadang kadang juga melukai kobannya, mereka mepet, rampas, tendang, bacok,” ungkapnya.

Dengan tewasnya dua pelaku Curas ini, total sudah empat penjahat yang dilakukan tindakan tegas terukur oleh petugas hingga tewas. Tiga diantaranya adalah oleh Satreskrim dan satu oleh Satreskoba Polrsatabes Surabaya.

Oleh : Achmad Syaiful Bahri