Lagi, Polda Jatim Juga Terima Laporan Pelecehan Seksual Lain di National Hospital Surabaya

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera.

Surabaya – Tak hanya kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Zunaidi Abdillah, mantan perawat National Hospital Surabaya, dugaan pelecehan seksual lainnya juga mencuat dari rumah sakit tersebut.

Hal itu diakui Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera. Barung membenarkan, bahwa pihak Polda Jatim juga menerima laporan dugaan pelecehan seksual itu sekitar Agustus 2017 lalu.

“Bahwa memang benar, di tahun 2017 bulan Agustus ada pelaporan di Polda Jawa Timur. Seorang calon perawat, di rumah sakit NH atas pelecehan terhadap yang bersangkutan,” aku Barung, Jumat (26/01).

Atas laporan itu, Barung menuturkan, bahwa Polda Jatim telah melakukan penyidikan secara intensif, untuk mengetahui kebenaran dari peristiwa tersebut.

Diantaranya, memastikan bagaimana SOP penerimaan perawat di rumah sakit tersebut.

“Apakah benar, Standart Operasional Prosedur apabila dilakukan perekrutan seorang perawat, dilakukam oleh dokter laki laki,” tuturnya.

Kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang sepakat mengatakan jika dalam perekrutan tersebut, tidak ada unsur perlakuan atau tindakan yang diduga mengarah kepada pelecehan seksual.

“Hanya oleh pelapor saja yang datang ke Polda untuk melapor,” ungkapnya.

Oleh karena itu, untuk memperjelas duduk perkara kasus ini, Polda Jatim juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tim ahli.

Dengan adanya laporan ini, polisi telah menangani dua kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di rumah sakit National Hospital Surabaya.

Yakni calon perawat oleh oknum dokter, dan pasien oleh oknum perawat.

“Pasien yang dilecehkan perawat ditangani Polrestabes Surabaya, sedangkan Polda menangani kasus perawat yang dilecehkan oleh seorang dokter,” terangnya.

Korban berinisial O mengaku dilecehkan oknum dokter National Hospital berinisial R saat menjalani tes masuk sebagai perawat. Kasus ini sudah tingkat penyidikan tetapi belum ada tersangka.

“Dokter R sudah kita konfrontasi pada saat itu, tapi belum kita panggil secara hukum,” paparnya. (nk/asb)