La Nyalla: Lupakan Sejenak Urusan Politik, Mari Saling Bantu Selamatkan Rupiah

SURABAYA – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengajak semua pihak untuk sejenak melupakan urusan politik menuju pemilihan presiden (Pilpres) dan saling bantu demi menyelamatkan rupiah yang terus merosot.

”Pertama, saya sampaikan, rupiah ini harus kita jaga. Kalau terus anjlok, bisa runyam ekonomi kita. Maka mari saling bantu. Lupakan dulu Anda pendukung Jokowi dua peridode atau pendukung ganti presiden,” ujar La Nyalla saat dihubungi, Rabu (5/9).

La Nyalla juga memaparkan sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk ikut menjaga rupiah. Misalnya, bagi masyarakat dan dunia usaha yang masih menyimpan dolar AS, segera dikonversi ke rupiah.

”Jadi tidak hanya devisa hasil ekspornya dibawa ke Indonesia, tapi sudah harus dikonversi ke rupiah. Kita juga minta pengusaha untuk lakukan lindung nilai (hedging) saat bertansaksi valas. Saya sampaikan ke teman-teman pengusaha, yang tidak buru-buru butuh dolar AS, jangan panik beli sekarang, pakai saja fasilitas swap BI. Faktor psikologi di pasar seperti ini perlu kita jaga,” ujarnya.

La Nyalla juga mengimbau masyarakat untuk menunda membeli beragam perangkat elektronik yang komponennya masih impor. ”Ini agar neraca kita tidak semakin defisit, yang artinya kita keluarkan dolar lebih banyak daripada menerima dolar. Juga kurangi belanja produk-produk konsumtif di merchant-merchant milik asing karena hasilnya nanti capital outflight, dolar AS terbang ke luar negeri,” ujar pengusaha bahan baku konstruksi tersebut.

La Nyalla juga mengajak untuk intens menggunakan transportasi publik yang bisa menekan konsumsi BBM.

”Indonesia ini masih impor minyak sekitar 400.000 barel per hari. Dan itu butuh dolar AS. Mei lalu, impor migas kita US$ 2,81 miliar, angka yang besar. Kalau kita ramai-ramai naik transportasi publik, konsumsi BBM berkurang, kita bantu Pertamina dan negara ini,” terangnya.

La Nyalla menambahkan, hal sederhana yang bisa dilakukan untuk ikut menjaga rupiah adalah menunda liburan ke luar negeri.

“Yang ingin liburan ke luar negeri, ya ditunda dululah, menunggu gejolak kurs mereda. Intinya, kita jaga jangan sampai permintaan terhadap dolar AS terus naik. Ya liburan saja di dalam negeri, semuanya indah kok, dari Gunung Bromo, Kawah Ijen, Kota Batu, sampai pantai-pantai di Pacitan,” paparnya. (*)