La Nyalla: 170 Miliar Daripada Untuk Rekom Partai, Mending Buat Bangun Masjid

Surabaya – Ketua Kadin Jatim sekaligus mantan Ketua PSSI yang juga kader partai Gerindra, La Nyalla M Mattaliti, dengan tegas menolak setorkan uang untuk mendapat rekom Partai Gerindra. 

Dalam perbincangan dengan awak media melalui sambungan Whatsapp, La Nyalla mengaku lebih baik membangun masjid dan menyumbangkan uang ke anak yatim, dibanding harus setor ke DPD Gerindra Jatim.

“Kalau ada uang Rp170 miliar, daripada kita beli rekom partai, mending kita bangun masjid yang bagus saja,” ujarnya, Selasa (09/1/2017).

La Nyalla juga menyesalkan pernyataan atau permintaan Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto yang meminta uang itu. La Nyalla menganggap sikap Ketua DPD Gerindra Jatim justru bertolak belakang dengan sikap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subiyanto. 

Saya masih ingat sekali, pak Prabowo pernah bilang, kalau ada kader yang punya potensi mau nyalon kepala daerah, Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya, yang penting calon tersebut diinginkan rakyat,” ujar La Nyalla.

“Jadi pak Prabowo seperti rokok Sampoerna mild yang punya tagline bukan basa-basi. Tapi nyatanya ya begitulah,” tandasnya.

Sebelumya diberitakan, informasi yang GoNews.co peroleh, Selasa (9/1/2017) siang, Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Supriyatno ketahuan meminta sejumlah uang agar La Nyalla Lolos maju Pilgub Jatim.

Bahkan dalam salah satu rekaman telepon dengan Timses La Nyalla, Supriyanto dengan tegas meminta La Nyalla menyediakan uang Rp170 miliar atau minimal Rp150 miliar.

“Kalau di Jawa Timur gampang bos, sekarang tunjukkan saja uang cash 170 atau minimal 150 miliar ke Jakarta, saya akan antar ke Pak Prabowo. Kalau tidak ada ya susah bos,” ujar Supriyanto dalam salah satu rekaman yang diterima awak media.

Terkait permintaan itu, La Nyalla yang dihubungi awak media melalui sambungan Whatsapp tidak membantahnya.

“Iya ada permintaan uang dari Ketua DPD,” ujar La Nyalla.

Tidak hanya megiyakan, La Nyalla juga mengirimkan video pendek berdurasi 3 detik yang menyindir Ketua DPD Gerindra Jatim, yaitu video nyanyian dan tarian kartun tengkorak dengan lirik “tak punya uang”.

Pernyataan Supri juga disayangkan oleh sejumlah relawan dan pendukung La Nyalla, Yunaini Ali Rochayati yang menuturkan bahwa permintaan uang tersebut kelewatan dan tidak masuk akal.

“Pak LNM itu kader gerindra, memang politik itu tidak gratis. Tapi mbok mikir, uang segitu baru buat setoran, belum biaya kampanye dan lain-lain,” tandasnya. (Son)