Kunjungi Pasar Seni Lukis Indonesia, La Nyalla Sempatkan Menjaring Aspirasi Kalangan Seniman

La Nyalla Mattalitti calon DPD RI saat kunjungi Pasar Seni Lukis

SURABAYA – Ketua Umum KADIN Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti sempat menjaring beberapa aspirasi dan masukan dari kalangan seniman lukis saat menghadiri acara pembukaan Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2018 di Jatim Expo, Jumat (12/10/2018). Acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jatim Soekarwo itu diikuti oleh 140 pelukis dari seluruh Indonesia.

La Nyalla mengaku sempat mendengar adanya pertanyaan di kalangan seniman di Jatim, apakah nanti gubernur baru Khofifah Indar Parawansah akan memiliki kepedulian yang sama dengan Soekarwo? “Saya sampaikan ke kawan-kawan seniman, Insya Allah tidak perlu khawatir. Saya akan bantu komunikasi ke Mbak Khofifah setelah nanti dilantik. Saya yakin, Mbak Khofifah mau melanjutkan kegiatan kesenian yang langka ini. Apalagi jelas mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor industri kreatif dan seni, bila dilihat dari nilai transaksi di pameran ini,” tutup La Nyalla yang juga dikenal sebagai kolektor keris pusaka.

Dikatakan La Nyalla dirinya setuju dengan Orasi Kebudayaan yang disampaikan Gubernur Soekarwo saat membuka acara. Di antaranya kewajiban pemerintah untuk memberikan dukungan untuk event yang langka seperti ini. Dengan secara resmi memasukkan dalam rangkaian agenda hari jadi Pemprov Jatim. Pakde Karwo juga menginisiasi agar kegiatan yang awalnya berlokasi di Komplek Balai Pemuda Surabaya ini, berpindah ke tempat yang lebih layak, di Jatim Expo, sejak 6 tahun lalu.

“Saya setuju dengan pikiran Pakde Karwo. Bahkan bukan saja Pemprov Jatim yang harus support, tapi juga kementerian terkait. Karena event yang sudah 11 tahun berjalan ini sudah masuk dalam 100 event Wonderful Indonesia. Kalau hanya dibebankan kepada Mas Anis dan kawan-kawan di Sanggar Merah Putih, ya bisa ngos-ngosan setiap tahun,” ungkap La Nyalla yang mengawali karir bisnisnya di ajang pameran multi produk itu.

La Nyalla juga yakin, kegiatan kesenian dan kebudayaan mampu mereduksi ketegangan sosial masyarakat di tahun politik seperti ini. Selain itu, bisa dijadikan tolok ukur regenerasi pekerja dan pegiat seni, serta serapan market produk seni di Indonesia. “Kita berterima kasih kepada kawan-kawan di Sanggar Merah Putih yang telah konsisten berjuang memberikan wadah para seniman lukis untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tukas calon anggota DPD dari dapil Jatim itu.   (*)