KPPBC-TMP Tanjung Perak musnahkan barang ilegal

Wartapedia, Surabaya. Seluruh barang impor ilegal yang disita Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) Tanjung Perak/BC Perak Surabaya tidak semua dimusnahkan dalam satu lokasi. Dari total keseluruhan barang impor berbagai jenis tersebut sebagian dipecah pemusnahannya di Mojokerto.

“Pemusnahan di Surabaya ini hanya simbolis saja. Sisa barang, kami musnahkan di lokasi lainnya di PT Putra Restu Ibu Abadi, Mojokerto,” jelas Kepala BC Perak, Basuki Suryanto, Rabu (1/11/2017).

Basuki mengatakan, barang yang dimusnahkan di PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA), Jalan Raya Lakar Dowo, Jetis, Kabupaten Mojokerto itu berupa sisa air minum mineral merek Aquilla Mineral Water kemasan 330 mil serta 600 mil. Sisa pemusnahan air mineral dalam botol yang dimusnahkan bersama barang-barang impor ilegal lainnya tersebut jumlahnya masing-masing 4.320 botol dan 6.360 botol.

“Ini mengingat jumlah semua barang yang dimusnahkan cukup banyak. Jadi, sebagian dimusnahkan di Mojokerto,” kata pengganti Efrizal, Kepala BC Perak sebelumnya.

Diungkapkan, selain air mineral impor asal Malaysia tersebut, BC Perak juga memusnahkan barang impor berupa minuman keras (miras) dalam kemasan botol kaca ukuran 700 mil asal Skotlandia. Miras kemasan sebanyak 15.360 botol bermerek John Red Red Label Blended Scotch Wishky 40% Alc/Vol Product of Scotland tersebut ditaksir merugikan negara senilai Rp 1.250.841.000.

“Dari total semua barang berupa kemasan miras dalam botol yang kami musnahkan di TPP PT Multi Bintang Abadi di Jalan Kalianak 65 ini, nilainya hampir Rp 1,3 miliar,” tutur Basuki.

Ia menjelaskan, pemusnahan miras ilegal tersebut merupakan barang impor yang mulanya untuk kepentingan perusahaan. Namun, pengakuan importir, pihak yang bersangkutan tidak pernah melakukan transaksi pembelian atas barang tersebut. “Sehingga, barang-barang itu tidak diajukan dan tidak memiliki PIB (Pemberitahuan Impor Barang, red) oleh importir,” katanya.

Pemusnahan barang-barang itu, lanjut Basuki, dilakukan bersama barang lainnya yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan pemusnahan dari Menteri Keuangan. Masing-masing barang yang mendapat persetujuan dimusnahkan tersebut adalah personal effect berupa pakaian, buku bacaan, kaset VCD, mainan, tas dan handphone (HP) merek Nokia sebanyak 67 buah. “Termasuk yang kami musnahkan pada hari ini adalah baterai laptop berbagai merek sebanyak 262 buah,” paparnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.04/2011 tentang Penyelesaian Terhadap Barang Yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang Yang Dikuasai Negara, dan Barang Yang Menjadi Milik Negara pada Pasal 1 (2), yaitu barang yang tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dalam area pelabuhan dalam jangka waktu 30 hari sejak penimbunannya akan ditetapkan sebagai barang yang tidak dikuasai. Adapun barang tersebut ditimbun di TPP PT Multi Bintang Abadi (MBA), Jalan Kalianak 65, Surabaya.

“Atas penetapan ini, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak mengusulkan kepada Menteri Keuangan mengenai peruntukan barang yang dimaksud, yaitu berupa pemusnahan. Akhirnya, usulan kami disetujui Menteri Keuangan berdasarkan Surat Nomor S-151/MK.6/KN.5/2017 tertanggal 22 Juni 2017,” urai Basuki.(sa/ms/asb)