KPP Pratama Tuban Gelar Pelatihan Pajak Bagi Bendahara Desa

Tuban – Pengetahuan perpajakan bagi Bendahara Desa (Bendes) wajib hukumnya diketahui, Sehingga perlu dilaksanakannya serangkaian pelatihan dan sosialisasi.

Hal ini telah dilakukan KPP pratama Tuban bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana agar seluruh Bendes mengetahui dana mana yang wajib dikenai pajak dan non pajak.

Puluhan Bendes se Kecamatan Rengel dan Soko, khidmat mengikuti pelatihan tersebut diatas di kantor Kecamatan Rengel pada Rabu (18/7).

Acara ini bertujuan agar Bendes bisa memilah mana dana yang wajib terpotong pajak. Sehingga dalam penggunaannya bisa maksimal dan tepat dana. Menyesuaikan jumlah dana yng dikucurkan untuk direalisasikan sangat penting.

Selanjutnya, pajak bisa diserahkan sesuai kadar aturan yang ada. Bahkan bisa dibayarkan tanpa harus menyalahi prosedur.

Pada pelatihan hari pertama diikuti sebanyak 37 bendes di 2 kecamatan tersebut. Materi yang mudah difahami telah disajikan oleh pemateri dari narasumber. Penyampaian yang apik dan penjelasan gamblang mampu diserap oleh peserta.

Proses tanya jawabpun tidak luput dari pungkasan seremonial. Serunya, banyak peserta antusias di season ini. Sebab, banyak hal penting dan ilmu baru diperoleh. Tujuannya, agar kefahaman pengelolaan dana desa tidak salah dan tepat dana.

Seperti yang dirasakan Bendes dari Desa Tluwe, Kecamatan Soko, Agus Sutikno. Pihaknya merasa beruntung bisa mengikuti acara itu. Banyak ilmu dan ajaran yang belum diketahui, hingga sedikit dimengerti. Meskipun tidk seutuhnya diserap, namun secercah perpajakan bisa dimasukkan.

“Memang hatus dipilah ya mana yang dibayar pajak dan tidak. Ketentuannya memang sudah diatur dalam undang-undang, terkadang kita lupa, ” serunya.

Senada disampaikan oleh Bendes dari Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel. Meski pelatihan sedikit rumit, tapi wajib diketahui.

“Ini memag kewajibn kita selaku bendahara desa. Harus belajar dan latihan, masih ada pembimbing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Tuban Eko Radnadi Susetio menjelaskan bahwa pihaknya selalu siap apabila dibutuhkan dalam mengartikan perpajakan. Sudah menjadi tugas dan fungsinya untuk hal tersebut. Bahkan rencananya sosialisasi akan dilakukan di 20 kecamatan yang ada di kabupaten Tuban. Harapannya setiap Bendahara desa mengetahui jenis pajak mana yang harus dipotong atau dipungut.

“Kita sosialisasi SIP kapanpun, dimanapun, bahkan dikantor kami setiap saat kita sediakan kelas pajak bagi wajib pajak yang ingin memahaminya. Rencanya kita akan lakukan di 20 kecamatan, sekaligus bertepatan di hari pajak, “ungkapnya.  (afi)