Komplotan penipu sebar kupon berhadiah, begini cara kerja mereka

Kupon undian berhadiah palsu yang diedarkan komplotan penipu.
Kombes Pol. Mohammad Iqbal, AKBP Leonard Sinambela dan Kompol I Dewa Gede Juliana saat merilis komplotan penipu kupon berhadiah palsu.

Wartapedia, Surabaya. Aksi penipuan yang dilakukan oleh delapan orang tersangka, yakni Irsan Petang, (34); Muh. Yusuf, (36); Reno Firmansyah, (32); Suryadi (30); Jum Agus (40); Abdul Malik (41); Adi (30); dan Safri (47). Kedelapan pelaku ini sama-sama berasal dari , Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan sebenarnya sudah banyak diketahui oleh masyarakat.

Namun demikian, sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Mohammad Iqbal, bagi masyarakat yang kurang edukasi tentunya akan mudah di tipu oleh komplotan ini. Mereka menyebarkan kupon undian berhadiah ke rumah-rumah, serta membuat surat ijin usaha yang seolah-olah hilang  di berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali Surabaya.

Baca juga : Satreskrim Polrestabes Surabaya tangkap pelaku penipuan beromzet milyaran rupiah

“Bayangkan saja, satu korban bisa sampai Rp. 40 juta, mereka menyebar kupon berhadiah satu unit mobil Nissan Xtrail, dari minyak goreng yang disebarkan ke rumah-rumah dan sekitarnya dan juga ber-modus layer-layer di medsos-medsos semua, sehingga masyarakat yang kurang edukasi percaya saja dengan ini,” kata Iqbal, Minggu, (29/10).

Lalu bagaimana mereka melakukan aksinya, begini menurut pengakuan pelaku. Pelaku membuat dokumen palsu berupa SIUP dan CEK senilai Rp. 3.470.000.000,-. Selanjutnya dokumen tersebut dimasukkan kedalam amplop wama cokelat. Setelah itu amplop disebar dijalan-jalan di wilayah, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

Kemudian apabila amplop cokelat berisi dokumen palsu tersebut ditemukan oleh korban, dan korban menghubungi pelaku menggunakan nomor telepon yang tercantum pada dokumen palsu, maka saat itulah peran penggiring mulai memainkan perannya. Saat mengangkat telepon, penggiring mengucapkan terima kasih kepada korban.

Kupon berhadiah plasu yang belum di potong dan diedarkan.

Sebagai tanda ucapan terima kasih, penggiring menjanjikan imbalan uang sebesar Rp. 100.000.000,-melalui transfer. Kemudian pelaku meminta korban untuk datang ke ATM dengan berpura-pura mengecek saldo. Setelah itu pelaku memandu korban untuk memasukan kartu ATM milik korban dengan menggunakan menu bahasa Inggris.

Selanjutnya, tanpa sadar korban diminta penggiring untuk menekan tombol order transaction. Berikutnya korban memasukan nomor rekening sesuai permintaan penggiring. Lalu korban diminta memasukkan nominal ganjil, dan terakhir korban diminta menekan tombol correct (benar). Saat itulah dana milik korban telah terkirim ke 3 rekening penggiring.

Dari data yang didapatkan penyidik beberapa rekening yang menerima transfer dana korban itu diantaranya Bank BRI 147501001282538 sebesar Rp. 9.498.877,- Bank BRI 024201018929533 sebesar Rp. 19.988.729,- dan Bank BNI 0523434081, sebesar Rp. 9.998.888,-.

“Tetapi sepintar apapun mereka, kita lebih pintar untuk mengungkap mereka. Inilah profesionalisme Kepolisian untuk kepastian hukum kepada masyarakat. Jadi sekali lagi, himbauan saya agar masyarakat tidak percaya begitu saja dengan telepon, dengan brosur, yang menyatakan bahwa kita mendapat undian hadiah,” tandas Iqbal.

Dokumen izin usaha palsu yang digunakan untuk seolah-olah hilang.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil disita petugas diantaranya 1 handphone Samsung hitam bergaris hijau dengan nomor handphone terpasang 085273509567; 1 Handphone Samsung Flip warna putih dengan nomor handphone terpasang 081357576087; 1 unit sepeda motor Honda Vario beserta STNK dengan nomor polisi L 5981 YE; 9 lembar kartu telepon Simpati dan Indosat.

Selain itu disita pula 68 lembar amplop cokelat yang berisi SIUP palsu dan Cek palsu yang siap diedarkan; 1 buah buku catatan pendapatan hasil dugaan penipuan; 56 lembar cek Bank BTN palsu; 20 lembar cek Bank Panin palsu yang belum terpotong atau tercetak; 1 bendel bahan kertas pembuatan cek palsu; 1 bendel dokumen SIUP palsu; 23 lembar kertas cetakan pas foto yang belum terpotong.

Barang bukti lainnya adalah 1 buah Laptop ACER type ASPIRE E1-431 beserta kabel charge; 3 buah print EPSON L310; 1 (satu) buah alat pemotong kertas; 3 buah alat press pemanas plastik; 2 buah gunting kertas; 1 bendel kupon undian; 1 bendel kertas kosong merek Prodigi; 24 pack amplop coklat kecil; 2 buah isolasi bening besar; 2 bendel plastik amplop; 2 bendel plastik foto kecil.

Serta barang bukti yang juga ditemukan dan disita petugas 24 handphone berbagai macam jenis dan type; 1 unit Mobil Toyota Avanza; 1 bendel cek Bank BTN Palsu; 1 bendel cek Bank Panin Palsu; 3 rim SIUP palsu; dan 10 pak amplop; 3 serta plastik pembungkus plastik. Para tersangka di jerat dengan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun.(asb)