LIPI : Temukan Obat Anti Kanker dan Diabetes

LIPI : Temukan Obat Anti Kanker dan Diabetes

LIPI mendapatkan beberapa temuan obat baru seperti sintesa senyawa turunan salisil amida yang digunakan untuk obat antikanker, sintesa senyawa dehidrolovastatin sebagai antikolesterol

JAKARTA - LIPI melalui pusat penelitian kimianya telah melakukan penelitian dalam bidang sintesis dan dari bahan alam.

Penelitian bahan alam (tumbuh-tumbuhan, mikroorganisme, melalui proses sintesa) tujuannya untuk menemukan obat-obatan baru yang lebih murah dan dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan ke masyarakat.

Dari penelitian tersebut, telah didapatkan beberapa temuan obat baru seperti sintesa senyawa turunan salisil amida yang digunakan untuk obat antikanker (kanker paru dan payudara), sintesa senyawa dehidrolovastatin (yang dikenal dengan lipistatin) sebagai antikolesterol.

Sedangkan yang berasal dari bahan alam telah ditemukan obat untuk anti diabetes dan anikardiovaskuler dari ekstrak daun sukun, ekstrak daun cakar ayam untuk obat antikanker, dan krim antiselulit dari ekstrak jahe dan daun pegagan.

Pengujian untuk salisilamida telah dilakukan secara invitro pada sel kanker dan in vivo pada hewan. Untuk ekstrak daun sukun telah dipersiapkan untuk uji klinis.

Dan untuk krim antiselulit saat ini telah diproduksi bekerjasama dengan salahs atu perusahaan kosmetik di Indonesia.

“Ekstrak daun cakar ayam, ekstrak daun sukun untuk anti diabetes/ sudah hampir masuk ke uji klinis-manusia. Semua sudah didaftarkan patennya. Pengujian obat-obatan ini dilakukan juga melalui perbandingan dengan obat yang sudah ada di pasaran, apakah lebih aman atau efektif,” kata Marissa Angelina, peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, Jumat, 4 November 2011 dalam siaran Iptek voice

Dikatakan Marissa, penelitian ini membutuhkan waktu sekitar 6-8 tahun. Kedepannya pengobatan untuk kanker sangat dibutuhkan karena penderita semakin meningkat dan obat yang ada sekarang dinilai mengandung efek samping yang kurang disukai.

“Sebagai masyarakat kita jgua jangan terlalu percaya dengan obat tradisional yang dijual orang secara bebas, belum ada klaimnya karena takutnya nanti justru menimbulkan hal-hal yang berbahaya,” kata Marissa. (c8/lik)

"Saya lebih menyukai rasionalisme daripada ateisme. Masalah mengenai Tuhan dan objek-objek kepercayaan lainnya tidak dapat dijelaskan dan tidak berperan dalam rasionalisme, oleh karena itu Anda tidak perlu membuang-buang waktu dengan menyerang (suatu pandangan) atau bertahan (dari serangan pihak lain)."
Isaac Asimov