KB : BKKBN Gandeng Posdaya Sukseskan KB

KB : BKKBN Gandeng Posdaya Sukseskan KB

"Bentuk kemitraan ini sangat diperlukan dan diharapkan dapat mendorong percepatan pendapatan keluarga pra sejahtera"


Kepala BKKBN Jatim, Djuwartini

 

SURABAYA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggandeng Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Ini dilakukan guna untuk mewujudkan keluarga Berencana (KB) yang sejahtera.

Kepala BKKBN Prov Jatim Djuwartini, di Surabaya, Rabu (27/4) mengatakan, pihaknya akan menggandeng Posdaya untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan.

Pada era otonomi daerah ini, kata Djuwartini, BKKBN Jatim tidak lagi melakukan intervensi melalui kebijakan program kepada kabupaten/kota, maka itu perlu dilakukan inovasi program dalam bentuk kemitraan.

Menurutnya, kerjasama dengan Posdaya merupakan salah satu keinginan BKKBN untuk mewujudkan KB sejahtera. Karena dalam keluarga yang sejahtera pastinya akan tercipta kesempatan menuju keluarga yang cerdas.

Tentunya hal itu akan sangat membantu dalam mewujudkan keluarga Indonesia lebih sejahtera dan cerdas sesuai yang diamanat UUD 45.

Selain itu, Djuwartini menuturkan, berkurangnya Petugas Lapangan KB (PLKB/PKB) tidak serta sulit meraih KB sejahtera sebab BKKBN Jatim telah menggandeng seluruh stakeholder terkait guna mewujudkan cita-cita KB Sejahtera.

”Hasilnya, sejauh ini seluruh program Keluarga Berencana di Jawa Timur berjalan sukses hingga target tahun ini 70% hampir tercapai karena saat ini sudah mencapai 68%,” katanya, Seperti dilansir laman Diskominfo.

Untuk target kesertaan KB, katanya, telah sukses menembus angka 68 persen dan tentunya akan terus ditingkatkan.

“Kami tidak harus berhenti sampai disini, karena kami juga ingin peserta KB juga bisa sejahtera, salah satunya adalah menggandeng Posdaya agar peserta KB bisa mandiri dan mengenyam kesejahteraan,” tuturnya.

Sementara saat ditanya soal kematian Ibu dan anak di Jawa Timur sejauh ini menurut Djuwartini, angka kematian bayi sudah termasuk sangat rendah, begitu juga untuk ibu melahirkan di Jatim termasuk sangat rendah secara emosional.

“Program kami dalam menekan kematian bayi lahir dan kematian ibu melahirkan telah memenuhi target MDGs, karena kami kembangkan program penyuluhan kepedulian terhadap bayi dan ibu melahirkan lebih intensif,” paparnya.

Djuwartini menambahkan dalam menciptakan keluarga berencana yang sejahtera saat ini pihaknya juga mengedepankan program ketahanan keluarga.

Di antaranya program peduli terhadap anak agar mendapat perhatian kesehatannya, bina remaja agar tidak terpengaruh narkoba dan tidak terkena virus HIV/AIDS dan bina orangtua agar tidak menikahkan anak-anaknya dalam usia terlalu muda,

“Semua itu demi menuju keluarga harmonis dan sejahtera. Tentunya,  hal itu sebagai bentuk implementasi pembangunan ketahanan keluarga sehingga keluarga berencana di Jawa Timur akan semakin berdaya dan mandiri,” imbuhnya.

Djuwartini berharap kepada masyarakat seluruh Jawa Timur nantinya menjadi keluarga kecil yang sejahtera serta mempunyai kesempatan besar menjadi keluarga yang cerdas, tentram, sentosa sehingga cita-cita dalam membangun keluarga sejahtera nan cerdas akan bisa terwujud.(c8/lik)

"Kebanyakan kegagalan hidup berasal dari orang yang tidak menyadari betapa sudah dekatnya mereka pada kesuksesan saat mereka memutuskan untuk menyerah"
Thomas Alva Edison