Hari Gizi Nasional : Balita Kurang Gizi Di RI Masih 17,9%

Hari Gizi Nasional : Balita Kurang Gizi Di RI Masih 17,9%

Prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia masih sebesar 17,9 persen dan stunting masih 35,6 persen (Riskesdas, 2010)

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) yang jatuh pada 25 Februari, Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, membuka Seminar Gizi Nasional dengan tema “Mewujudkan Gizi Seimbang Untuk Mengatasi Masalah Gizi Ganda” di Jakarta.

“Tema ini sangat relevan dengan masalah gizi yang kita hadapi sekarang selain menghadapi masalah kekurangan gizi, Indonesia juga menghadapi masalah meningkatnya prevalensi gizi lebih”, ujar Menkes, seperti dilansir laman depkes.

Menkes menerangkan, prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia masih sebesar 17,9 persen dan stunting masih 35,6 persen (Riskesdas, 2010). Di samping itu, diperkirakan 14.2% balita di Indonesia mengalami gizi lebih dan kegemukan (obesitas). Bahkan, pada kelompok dewasa, prevalensi gizi lebih telah mencapai 21%.

“Kelebihan gizi merupakan risiko utama penyakit tidak menular (PTM) yang juga merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia”, tambah Menkes.

Menkes menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah bersama organisasi profesi dan organisasi masyarakat, sedang melakukan inisiatif baru dalam bentuk suatu  gerakan yang  difokuskan pada Percepatan Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan atau Scaling Up Nutrition (SUN).

Gerakan ini mengintegrasikan intervensi langsung dan intervensi tidak langsung yang diselenggarakan oleh berbagai sektor pembangunan.

Menurut Menkes, mengingat besar dan kompleksnya masalah pangan dan gizi di Indonesia, penanganannya memerlukan kelembagaan yang kuat dan melibatkan berbagai ahli, disiplin, juga profesi dari berbagai Kementerian/Lembaga, serta semua pemangku kepentingan.

“Kita harus berjuang, bekerja keras dan cerdas, serta menyatukan kekuatan Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah gizi di Indonesia” tandas Menkes.

Peringatan HGN ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa berperilaku gizi seimbang dan berperan aktif dalam mengatasi masalah gizi ganda masyarakat, terutama pada ibu dan anak. Rangkaian penyelenggaraan peringatan HGN 2013 di Indonesia, dimulai dari tanggal 5 Januari s.d 9 Maret 2013. (c8/lik)

"Saya minta sama Pak SBY, jangan ganggu anak istri saya. Saya enggak akan ngomong apa-apa, saya lupa semuanya, saya enggak tau apa-apa. Mohon jangan diganggu anak isteri saya”.
M.Nazaruddin